Buta Sesaat, Salah Satu Bahaya Perjalanan Malam


Perjalanan malam banyak dilakukan para biker yang melakukan perjalanan pulang kerja. Banyak juga terlihat biker yang melakukan turing di malam hari. Sayapun dulu pernah 1 bulan penuh melakukan perjalanan malam hari ini sewaktu awal-awal kerja. Jika terpaksa melakukannya, otomatis kita harus perduli keselamtan dengan rajin mengecek kondisi lampu dan kelistrikan.

Jika perjalanan itu hanya melewati perkotaan yang cukup penerangan sepertinya tidak masalah. Namun lain halnya jika perjalanan itu harus melewati jalur luar kota yang tanpa penerangan, ataupun bahkan hutan. Kali ini saya akan membahas tentang itu. Di jalan luar kota ini kita harus meningkatkan kewaspadaan kita berlipat-lipat kali. Walaupun kita melewati jalur yang sudah biasa kita lalui, kadang muncul gangguan-gangguan tak terduga yang muncul. Misalnya hewan yang menyeberang, suara-suara mengagetkan, orang menyeberang atau bahkan sekedar bayangan-bayangan karena adanya cahaya. Faktor dari dalam diri kita juga perlu diwaspadai yaitu mengantuk, lelah dan melamun. Sudah fitrahnya jika kita takut pada kegelapan, kadang kita merasa takut suara-suara aneh di malam hari atau tentunya bayangan, apalagi dalam kondisi mengantuk, lelah maupun melamun.

Yang jelas-jelas membahayakan di malam hari sewaktu berkendara adalah buta sesaat karena sorot lampu kendaraan dari arah berlawanan. Ketika mata kita silau karena sorot lampu, pandangan kita jadi kosong untuk sekejap. Yang paling sering terjadi adalah mobil, bus atau truk yang menghidupkan lampu jauh. Apalagi jika melewati jalan yang berkelok ataupun jalan yang cembung.

Saya sering hampir celaka karena hal ini. Alhamdulillah masih bisa mengatasinya. Ketika berkendara di malam hari otomatis kita harus berjalan lebih pelan, juga berada di posisi paling kiri jalan. Jika kita terkena buta sesaat itu, bisa jadi kita keluar jalan, masuk selokan atau yang parah adalah masuk jurang atau sungai. Bahaya lain adalah jika setelah berpapasan dengan kendaraan lain itu ada orang yang menyeberang, karena kita mengalami buta sesaat, bisa jadi kita menabrak penyeberang tersebut. Pendukung bahaya malam hari adalah : hujan lebat.

Saya kurang tahu apakah ketika mengendarai mobil, sang driver juga bisa mengalami hal yang sama. Karena saya hanyalah seorang passenger.

Saran saya, jika memungkinkan hindarilah perjalanan malam menggunakan motor. Jika terpaksa melakukannya, maka rubahlah karakter anda. Jika di siang hari anda adalah Super Aggressive Rider, ketika malam berubahlah jadi Super Devensive Rider atau bahkan jika hujan jadilah Ultra Devensive Rider. Jika mengalami buta sesaat, segeralah tarik tuas rem anda. Ingat kondisi lampu motor anda. Jangan lupa waspadai juga serangga malam, yang selain bisa mengganggu mata-walaupun kita menggunakan helm full face-hewan ini juga bisa masuk ke pakaian kita

Keep Safety Riding!

Iklan

38 respons untuk ‘Buta Sesaat, Salah Satu Bahaya Perjalanan Malam

  1. amankan podium dulu xiixixixiixi

    yup benar benget . . .siang hari juga bisa buta sesaat

    yaitu sesaat setelah ngeliat lampu rem mika bening plus lampu bening . . . silau banget tuh, cmiiw

    Suka

  2. yah… udah kduluan mas taufik 😦

    saya sering malah hampir tiap hari berkendara malam, selain badan mesti fit, pengalaman “buta sesaat” gitu justru saya berada pada posisi tengah antara marka tengah jalan yg memantul cahaya dan tepi jalan.
    pernah berada pada sebelah kiri justru rawan menerjang ranting pohon (medan tempuh saya jogja-wonosari yg penuh hutan dan kelokan).
    bila berada di tengah pastinya feeling bawa motor mesti tepat terutama kondisi jalan. tapi tetep dipastikan juga di belakang tidak ada kendaraan lain yg berniat mendahului.

    pengalaman saya hanya itu
    thanks bro dah nambah info untuk para night/rainy rider 😉

    Suka

  3. untuk pengalaman night riding saya kurang lbh sama dg mas Maskur,
    klo ketemu mobil pake lampu jauh sy lsg memperlambat laju motor, jika jalan ada marka atau mata kucing sy menggunakannya sbg guide, jika tdk ada sy ambil posisi jalan paling kiri & slow speed sb ada teman yg tewas dikarenakan tidak menyadari ada belokan jalan karena tidak ada marka jalan yg jelas sehingga terjadi kecelakaan fatal dlm high speed (terjadi di jln tanpa penerangan – kasus jalan menuju Pelabuhan Ratu dr Sukabumi), untuk helm harus menggunakan Visor Clear atau bening tidak boleh dark or pelangi, untuk perjalanan jauh yg melewati jalur tanpa penerangan yg panjang, usahakan bawa senter LED high power & water proof untuk antisipasi jika headlamp mati, tentu saja berikut braketnya supaya bisa terpasang dg baik dispion

    Suka

  4. satu lagi jangan menggunakan lampu warna putih atau biru sebab bisa merepotkan jika dalam keadaan hujan, paling baik headlamp tetap menggunakan lampu putih kekuningan
    CMIIW

    Suka

  5. Mengenai buta sesaat sy pernah diajari ama supir bis malam, yg biasa kena lampu dim (lampu jarak jauh), sarannya cukup sederhana bro, ‘jangan fokusin mata ke arah depan mobil/motor’ cukup kesebelah kiri mobil/motor yg datang dr arah berlawanan. Jadi nantinya jatuh sinar lampu gak ke mata kita. Mgkn bisa membantu bro.

    Suka

  6. Kalo sy malah senang perjalanan mlm,
    Cm hrs pake kaca helm yg benar2 terang..
    Mslah lampu dim dr arah lawan sy cm reting kanan aja,sambil agak pelan..
    Coz kadang nekat dpan dr arah lawan nyalip,saya gak ada tempat..
    Pnh saya smpe terjun ke tepi jalan..wkt mudik bali-jogja
    enak mbuntuti mobil dr jarak cukup jauh..
    Mata jd gak ngantuk.

    Soal trek2an antar roda dua dah gak kpikiran lg..
    yg penting sya gaspol aja..
    Bs nyalip yah salip,
    Gak bisa yah dibelakangnya aja
    Intinya utamakan selamat lagh

    *gaspol matic dijalur cepat gakada apa2nya bro..
    Lari 100kpj bgtu terasa pelan,swear

    Suka

  7. Waaa…
    Sudah gelap (rute Nongkojajar – Pwdadi) penuh
    belokan/tikungan. Udah gitu motor/mobil yg naik
    ke Nongkojajar jalannya kenceng n lampu jauh.
    Haduuhhhh….
    Langsung rasané “pic*k” sesaat.
    Ya hanya bisa nurunin kecepatan trus secepatnya
    kembali ke jalur yg aman setelah minggir amat…

    Suka

  8. buetol banget yang dikatakan mas Taufik,
    mika bening lampu belakang lebih berbahaya dari pada lampu jauh kendaraan dari arah berlawanan . rem ndadak jaraknya sangat dekat dengan kita lagi. . . . huh. . . bikin naik darah aja. . .

    keep brotherhood,

    salam,

    Suka

  9. Walah…, tiga minggu lalu saya malah sampai nabrak orang bawa gerabah gara-gara buta ini. Waktu itu pagi-pagi sekitar jam empatan, suasana berkabut dan gelap karena lewat daerah persawahan yang nggak ada lampunya. Dari depan mau papasan sama kendaraan lain yang pakai lampu jauh. Karena terangnya lampu motor dari depan plus kaca mata mulai berembun, saya sampai nggak bisa lihat jalan. Seperti biasa, langsung pelanin motor, jalan 40 – 50 kpj waktu itu. Begitu motor dari depan lewat, saya sangat-sangat terkejut karena hanya berjarak 1,5 – 2 m dari ban depan ada mas-mas bawa gerabah pakai sepeda onthel yang dimuat di bronjong. Dhuuarrrr… Nggak bisa dihindari lagi, saya nabrak dia, pas di ban belakangnya hingga pelek sepeda bengkok, patah. Ban sepeda onthel lepas plus separuh muatan gerabahnya hancur!!! Yah… ya sudah, saya minta maaf sama dia n ngasih ganti rugi, plus sedikit tambahan yang saya niatkan sebagai sedekah. Jadi, bagi rekan-rekan semua, hindari pakai lampu jauh jika akan berpapasan dengan kendaraan dari depan. Lampu jauh akan menyilaukannya dan mungkin bisa membahayakan…

    Suka

  10. emang sih, lampu besar/dim bisa buat isyarat untuk kendaraan lain, misal kita mo nyalip. cuman, sebaiknya, dikembalikan lagi ke low beam aja, setelah buat nge-dim, supaya gak bikin silau pengendara (motor/mobil) lain.
    celakanya, kayaknya ini sudah jadi kebiasaan buat night hunter (baca:pejalan malam(, entah mobil, truk ato motor yang jalan malem.
    mungkin alasan mereka bener juga, kan jalan sepi, supaya jarak pandang lebih jauh, dinyalakanlah lampu jauh. tapi ya itu, kasian lainnya dong…ULAP (jawa:silau)…

    Suka

  11. Siang atau malam hari, saya kadang juga “buta sepersekian detik.” Penyebabnya, ada cewe bonceng skutik celana pendek, celengan belakang kemana-mana. Waspadai yang kaya begituan. Pertebal iman. 🙂

    Suka

  12. Kalo ane…jangan pernah liat lampu kendaraan arah berlawanan…coz kebanyakan orng pada lihat lampu kndaraan dari arah brlawanan….selain bisa bikin buta sesaat…kita juga ngk konsen berkendara….

    Suka

  13. aku kalau malam helm kaca tak naikin, karena warnanya hitam. Ganti kacamata putih lebar, biar ora kebno SAMBER MRIPAT, karena aku biasa pulang setelah magrib, lagi akeh-akehe samber mripat.

    Maskur :tapi SAMBER MATA juga bisa masuk ke pakaian lho Bro, sudah kutulis di atas : “Jangan lupa waspadai juga serangga malam, yang selain bisa mengganggu mata-walaupun kita menggunakan helm full face-hewan ini juga bisa masuk ke pakaian kita”

    Suka

  14. my Black Coyote lampune duwur banget padahal lampu yang jarak pendek, lhah yang lampu jarak jauh bisa untuk nyari mangga, kasihan juga yang papasa, tapi mau tak turunkan, kok ribet. besok pagi mau servis pertama di deler, mau minta tak turunkan lampunya.
    Ini 6 hari sudah dapet 560KM.

    Suka

  15. Jadi inget waktu jalan malem di pantura antara Tegal-Semarang..
    klo kena cahaya lampu dari arah berlawanan langsung sein ku nyalain dua-2nya dan memperlambat kecepatan (ga drastis ya.. pelan-2) sampe pandangan stabil lagi.. (ambil jalan selalu kiri, tapi ambil jalur cepet klo lagi kosong dari 2 arah..)

    klo ujan-2an.. helm sering berkabut (visor bening), jadi mau-ga-mau musti melambat (sambil sein dua-2nya nyala – hazard_lamp mode) begitu kabut terhapus dan pandangan jelas lagi baru speed normal lagi..

    Masalah lampu rem putih (mika bening boleh aja asal lampu rem tetep merah).. ditambah lagi lampu depan warna merah.. Otaknya kebalik kali yah? hehehe.. nyilauin banget (efeknya lebih berasa daripada kena cahaya lampu jauh dari arah berlawanan)

    Suka

  16. Rasanya sih masih ok kok bro.
    Asal mata kita jangan melototin itu lampu, alihkan pandangan aja sebentar.

    Untungnya kalau di Jakarta jalan yang hadap-hadapan tanpa pembatas itu hanya jalan-jalan kecil… kalau jalan besar biasanya ada jalan tol tengahnya seperti Gatot Subroto, atau terpisah pulau jalan seperti Jalan Panjang/arteri….

    Suka

  17. Kalo sy paling sebel sama mobil yang lampu sebelah kanannya mati dan gak ngidupin lampu indikator(mati juga kali) pas dekat baru nyalain dim….. wuiiih… rasanya sangat-sangat kaget tak terkira….

    Suka

  18. kalo jalan yg ada cat’s eye nya bisa jadi patokan tuh, tapi kalo ga ada garis putih dijalan aja yg dijadikan patokan, kalo ga ada juga, yah perhatiin aja pinggir jalan sebelah kiri…eh yg bener deFensive bro…:)

    Suka

  19. wahh.. bahaya yaa..
    alhamdulillahhh saya pulang kerjanya sore jadi sampai rumah masih sore dan belum malam …

    nice info klalau kapan-kapan aku pulang malam aku bisa meengikutu kata-kata ini “Ketika berkendara di malam hari otomatis kita harus berjalan lebih pelan, juga berada di posisi paling kiri jalan.”

    thanks ^^..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s