jump to navigation

Tombol (lagi), Kalo Yang Ini (Bisajadi) Penting Februari 27, 2013

Posted by Maskur in DI JALAN.
Tags: , ,
trackback

image

About a switch again. And now this headlamp-on-off-switch is maybe an useful thing to extend accu lifetime, because of AHO system. Also to avoid an impolite act, when meet people while the light is on and shining to their face directly.

Posted from WordPress for Android

About these ads

Komentar»

1. Yoshi - Februari 27, 2013

Usefull switch. Good idea :D

2. rusmanjay - Februari 27, 2013

tombol buat matiin headlamp aho?

3. cak poer - Februari 27, 2013

optional or default feature?

4. brigade jalan raya - Februari 27, 2013

S7 :)

5. baridienbp - Februari 27, 2013

Buat ewuh pakewuh klo di gang..klik mati deh

6. gasspoll83 - Februari 27, 2013

impolite for those who don’t know the rule

dani - Februari 28, 2013

DRL worth better then AHO…I called it a rush action…

7. Muhammad Aulia - Februari 27, 2013
8. Erit07 - Februari 27, 2013

Guna banget…

9. joko - Februari 27, 2013

katanya sih lampu skupi ngikut spul, gak ngikut aki

Maskur - Februari 28, 2013

ini kan Fino bukan Scoopy

10. Basho - Februari 27, 2013

AHO??? Aho mitai naaaa!

11. sule - Februari 28, 2013

option kepaksa, sekarang motor AHO yang paling PNP ganti non AHO cuma sport je, tapi mahal,kalo bebek matic rasanya butuh coakan, terutama modell all new

12. Daris - Februari 28, 2013

f*ck AHO

13. KEBAIKAN - Februari 28, 2013

Grammatical correction mas Maskur… “a useful” because letter “u” should be pronunced as a consonant instead of vowel in that word! Hehehe…

Maskur - Februari 28, 2013

hehehe thanks you….

14. dukun jajan - Februari 28, 2013

wanna apply at my Ndaho pgmfi scooter first

15. dani - Februari 28, 2013

Ngutifff
“http://raferry.blogspot.com/”
Daytime Running Light atau Automatic Headlamp On sekarang ini menjadi fitur standar pada motor. Sebenarnya DRL dan AHO itu beda, kalo DRL itu memang di design lampu khusus yg akan nyala di siang hari, jadi lampunya beda antara lampu siang dan lampu malam. Sedangkan AHO adalah versi ekonomisnya, jadi lampunya sama, hanya dinyalakan non-stop.

Mana yg bagus antara DRL dan AHO, tentu DRL lebih bagus, tapi kalau produsen harus mendesign ulang semua kendaraannya dengan DRL mungkin butuh biaya besar dan akhirnya akan menaikan harga motor tersebut. Namun manfaat yg didapat dengan AHO pun tidak berbeda dengan yg didapat dari DRL sehingga tidak semua produsen motor merasa perlu untuk mendesign DRL pada motornya.

Sekarang ini aplikasi DRL malahan tidak hanya untuk motor saya, banyak mobil mewah yg mulai menerapkan fitur DRL ini pada kendaraannya. Selain untuk memberikan aksen pada tampilan kendaraan, DRL pun memberikan manfaat tersendiri.

hadi - Maret 1, 2013

yups…manfaat bertambahnya suhu bumi, apalagi kalo 65jt motor diseluruh indonesia dinyalakan bersama di waktu siang…..phuih…hot’s bangets…..dech…!!

Maskur - Maret 1, 2013

kalo rokok gimana?

16. tiyo 2010 - Maret 1, 2013

Aho…..? no thanks….it’s weird

17. An_Syahri - Maret 1, 2013

Tombol Kreatif mas…

18. Adhitya Ramadian - Maret 5, 2013

wooo keminggris hahaha

sakjane penting ga penting sih…ben awet akine si bejo pas arep di starter lampu mesti tak pateni disik


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 675 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: