jump to navigation

Ketika Suatu Pekerjaan Itu Berdasarkan Rasa Suka Januari 29, 2012

Posted by Maskur in CERITA, IDE, VIEW.
Tags: , , ,
trackback

Serius lagi nih…

Beberapa waktu yang lalu saya ketemu teman lama, dulu sebangku ketika SMU. Dia dulunya anak kepala sekolah, namun ayahnya meninggal karena sakit dan butuh pengobatan banyak. Akhirnya dia dan semua sodaranya tidak ada yang kuliah namun mengikuti jejak ibunya berdagang, bahkan teman saya ini rela pernah menjadi TKI.

Dari warung di depan rumah, warung di desa sebelah sampai warung di dalam pasar pernah dilakukannya. Akhirnya dia juga mengembangkan sayap dengan membuka warung Ayam Bakar di depan pasar Patikraja. Sesekali bertemu dia juga cerita kalo sedang melayani banyak pesanan, sibuk tapi banyak pemasukan.

Beberapa waktu lalu setelah kurang lebih 4 tahun tidak bertemu, ternyata dia beberapa tahun ini juga jadi Guru Madrasah. Hah! Ngapain, sementara usahanya makin berkembang, tidak hanya pesanan ayam goreng tapi juga melayani paket makanan untuk hajatan. Akhirnya keheranan saya terjawab setelah ngobrol dengannya:

Teman :  ”Maaf mam, baru pulang ngasih pelajaran tambahan nih?”

Saya : “Serius, kamu nyambi jadi guru, sementara bisnis makin berkembang?”

Teman : “Yah beginilah, menghargai mertua. Karena semua anaknya nggak ada yang mewarisi pekerjaannya, aku sampe dibilang “tega” kalo sampe trah guru di keluarga sampe hilang. Aku kan juga anak guru kan?”

Saya : “Memangnya apa yang kamu dapat dari mengajar, kan waktu bisnismu jadi terganggu. Guru kan dituntut waktunya? Belum lagi di madrasah kan berapa sih gajinya”

Teman : “Awalnya memang begitu, padahal gajinya tau nggak berapa? 150 ribu. Tapi ketika menghadapi siswa, ada kenikmatan tersendiri bagiku. Ternyata aku suka mengajar.”

Saya : “Oo begitu..berarti menjadi guru itu jadi hobbymu?”

Teman : “Ya begitulah, yah mungkin karena bisnisku sudah jalan lumayan. Jadi mengajar ini sebagai kesenangan dan juga pekerjaa sosial. Kalo memang aku mengawali dari menjadi guru madrasah pasti akan beda kayaknya.”

Saya : “Lha terus sampai kapan kamu mau menjalani hobbymu itu?”

Teman :”Nggak tahu, yang jelas sekarang aku malah ngambil kuliah di UT.”

Hmmm…Jika pekerjaan dijalani hobby pasti akan beda hasilnya. Apalagi jika menyangkut pekerjaan sosial. Berkhayal juga..andaikan para wakil rakyat itu benar-benar menjadi wakil yang memikirkan segi sosial rakyatnya, pasti negara ini akan beda jalannya.

Selamat berlibur

Komentar»

1. Ayo Dukung Suzuki Jadi No. 2 - Januari 29, 2012
Maskur - Januari 29, 2012

aku sendiri biingung kalo mau niru

2. Tiyo 2010 - Januari 29, 2012

Kalo gitu teman padhe sama dg saya, hobi saya berdagang ama ngajar, kalo pagi ngajar, istri yg jaga, siangnya berdua jualan di toko, emang kalo ngajar (bagi yg mengalami lho) ada suatu kenikmatan tersendiri…ga bs diungkapkan dg kata2…kalo masalah materi… Dah ada yg ngatur…itu subjektif…

Maskur - Januari 29, 2012

ooo sama to ternyata

3. ipanase - Januari 29, 2012
Maskur - Januari 29, 2012

hobbymu apa Mbliz?

4. mas wahyu - Januari 29, 2012
Maskur - Januari 29, 2012

iya ki keren

5. tl - Januari 29, 2012

Hobiku IT..tapi kerja ning dunia kesehatan.. :D

Maskur - Januari 29, 2012

cocok kan?
jere hobbyne cuci mata..

6. Triyanto Banyumasan - Januari 29, 2012

Barokallohu Pak Guru. Amin

Maskur - Januari 29, 2012

amin

7. cak poer - Januari 29, 2012

harapan itu masih ada :)

Maskur - Januari 29, 2012

alhamdulillah

8. husni - Januari 29, 2012

mengajar dan mendidik adalah pekerjaan yg mulia.. misalnya kl tdk jadi guru, bisa juga sbg gantinya menjalankan fungsi guru di rumah.. mengajar dan mendidik anak2 sendiri contonya (IMHO)..

Maskur - Januari 29, 2012

wah benar sekali… mengajar anak sendiri perlu kesabaran

9. bejo - Januari 29, 2012

hobyne ngoboys piye pak:mrgreen

Maskur - Januari 30, 2012

nggawe angkringan no..

10. Gianluigi mario - Januari 29, 2012

cita-cita yang mulia..

11. bimo96 - Januari 30, 2012

hobi ane liat video panas..

gimana nih om? :D kerja apa cocoknya

12. Bejo - Februari 1, 2012

siapa orangnya yg mau jadikan susuki No.02 ?, kenapa gak No. 1 sekalian ?


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.377 pengikut lainnya.