jump to navigation

Saya Ada Hajatan, Jadi Jalan Saya Tutup! Desember 21, 2011

Posted by Maskur in DI JALAN.
Tags: ,
trackback

Ketika melintasi jalan Sukarno – Hatta Cilacap, jalur dengan median ini ditutup dengan papan dialihakan, atas nama Satlantas juga disponsori oleh dealer Yamaha juga. Hmm….ada apakah? Ada event apa kira-kira?

Oooo ternyata ada warga yang hajatan. Kebetulan rumahnya kurang halamannya, jadi “menyewa” jalan umum. Sebenarnya jika melihat kondisi hal ini tidak terlalu menggangu karena masih ada lajur sebelah yang cukup lebar. Juga ada alternatif jalan lain yaitu jalur lingkar timur melewati PLTU. Kebetulan juga jalur ini bisa dibilang tidak terlalu ramai, karenanya banyak digunakan untuk memacu kendaraan.

Namun jarak antara bukaan median lumayan panjang. Jadi bagaimanapun pasti banyak pengguna jalan yang merasa penutupan ini “a little bit annoyying”, karena kenyamanannya terganggu. Tadinya bisa sedikit santai dari gangguan, ketika  jalurnya ditutup, harus pasang konsentrasi lebih seperti jalan sebelumnya.

Ngomong-ngomong peratuarannya bagaimana yah? Kalu ada papan penghalang atas nama satlantas seperti itu pasti sudah di ijinkan oleh pihak kepolisian.

UU No.22 Tahun 2009 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan Raya kalau tidak salah disebutkan pengguna jalan selain untuk keperluan lalu lintas ikut bertanggungjawab terhadap akibat yang ditimbulkan dari penggunaan itu.

Lha yang seperti ini siapa yang tanggung jawab?

Dinas Perhubungan, atau Kepolisian atau pemilik hajatan? Pemilik hajatan bilang :”Kan sudah ijin polisi” :(

Komentar»

1. Pak Bambang Nunggang Byson - Desember 21, 2011

nyewo gedung, ojo sak karepe dewe arep menang, ojo dumeh sugih lan kuoso mundak nang akherat ciloko

Maskur - Desember 21, 2011

btw biaya sewa gedung dengan “sewa jalan” mahal mana yah?

Prihastopo Anakbonbaru - Mei 16, 2012

y karep”e dwek yo usah iri…..? pengin yo tiru’o..:P

2. cak poer - Desember 21, 2011

untuk daerah yg blm terlalu padet lalu-lintasnya mungkin masih “dibolehkan” seperti di banyumas juga sering ada yg sperti itu, kalo di kota2 besar pasti ga boleh..kecuali sanggup setor upetinya lebih besar….

mendingan sewa gedung seperti yg dibilang PBNB, terima beres ga ribet kalo seperti dirumah sendiri :D

Maskur - Desember 21, 2011

kalo yang ini jalan penghubung kota dengan luar kota… yang lewat truk-truk besar dengan muatan berat..juga bis-bis AKAP

pbateman - Desember 23, 2011

Bah di daerah saya kawasan Jemb. 5, Jakarta Barat yang super padat, tiap malam minggu pasti harus putar otak karena ada aja jalanan yang ditutup untuk kawinan.. jadi di kota2 besar pun ada beginian.. masalah upeti nggak tau deh, tapi yg jelas kebanyakan di sana (maaf) nggak mampu nyewa gedung..

3. Dismas - Desember 21, 2011

Wah repot juga ya… :mrgreen: .

Maskur - Desember 21, 2011

yah mohon yang belum/mau nikah mikir ini juga

4. tigerpiceks - Desember 21, 2011

seng bener “annoying”

Maskur - Desember 21, 2011

mohon dimaafkan, salah ketik itu biasa… :mrgreen:

5. Tiyo 2010 - Desember 21, 2011

Bad habit masyarakat indonesia,

Maskur - Desember 21, 2011

Aparat juga lho..

6. az3angle - Desember 21, 2011

hahaha disitu tulisannya taatilah peraturan lalu lintas….

Maskur - Desember 22, 2011

berarti penutupan jalan itu termasuk peraturan

7. uungferi - Desember 21, 2011

walahhhhh lah,….. sumbangane gedeeeeeeeeeeeeee

Maskur - Desember 22, 2011

mbuh aku ora kondangan…

8. #99 bro - Desember 21, 2011

jalan main di patok buat hajatan biasa di daerah tangerang…

Maskur - Desember 22, 2011

jalan buat tawuran juga biasa kan?

9. nanared - Desember 21, 2011

hmmmm…mo nutup jalan ya ….
WANI PIRO :?:

Maskur - Desember 21, 2011

mbuh..

10. rifqi - Desember 21, 2011

padahal saya paling sebel dengan yang beginian, apalagi kalo sampe nutup jalan, mbok ya.. sewa gedung aja to.., syukuran yang seharusnya acara mengungkapkan kebahagiaan malah jadi merugikan orang lain

Maskur - Desember 21, 2011

Padahal doa orang teraniaya itu???????????? :mrgreen:

11. mas wahyu - Desember 21, 2011

Parah

12. jape methe - Desember 21, 2011

lah di Jakarta lebih parah lagi, jalan dalam kampung sempit yang lewat mobil2 besar, tiap ada hajatan (juga termasuk acara dzikir massal) pake acara nutup jalan. Belum lagi yang punya mobil parkir di pinggir jalan padahal punya garasi. wis pokokmen dalane dewe ra ngurus wong liyo

Maskur - Desember 22, 2011

wah kalo di jakarta benar-benar masalah yang besar benar…

13. bimo96 - Desember 21, 2011

disini sering,nyebelin bangettttttt

Maskur - Desember 22, 2011

dimana? dimana? dimana?

14. shumy27 - Desember 21, 2011

ckckck….

Maskur - Desember 22, 2011

ada cicak di dinding…

15. Wiro Sableng - Desember 21, 2011

Padahal pelakunya MUNGKIN salah satu yg mengkritik presiden waktu hajatan dulu… Padahal nek MENURUTKU presiden hajatan trus arus lalu lintas di alihke sementara iku y wajar… Lah wong tonggoku sing wong tani biasa nek hajatan y mblokir dalan mbarang kok :P

Maskur - Desember 22, 2011

dalan kampung po?

16. dnugros - Desember 22, 2011

pantesan kenapa sekerang gedung pertemuan pada sepi padahal ini musim kawain, ternyata o ternyata, yang punya hajat milih ngadain pesta dijalan.

Maskur - Desember 22, 2011

wah suwe-suwe ana “penunggune” no..


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.377 pengikut lainnya.