Nusakambangan Part 2 – Tugas Berat 3 Hari 2 Malam November 13, 2011
Posted by Maskur in ALAM, CERITA, VIEW.Tags: lapas besi, lapas kembangkuning, lapas narkotika, lapas terbuka, laps batu, nusakambangan, pelabuhan sodong
trackback
Setelah baru menyelesaikan 10% dari total pekerjaan yang harus kami selesaikan, akhirnya dua minggu setelah “kunjungan pertama” di Nusakambangan, kami harus kembali lagi ke sana. Kali ini harus menyelesaikan sisa 90% dalam 3 hari. Terbayang betepa beratnya.

Sampai di lokasi ternyata pemimpin tim merubah strategi dari pekerjaan sebelumnya, diharapkan walalupun harus sampai malam, hari ketiga semuanya sudah kelar.
Tantangan terberat sebelumnya adalah medan menanjak yang sangat menguras tenaga. Kali ini sepertinya sudah tidak ada tanjakan lagi, jadi bisa mengirit stamina.
Hari pertama, dimulai dari puncak tanjakan setelah Lapas Permisan berjalan terus sambil mengoperasikan alat, dorong 300 meter, hidupkan lagi, dorong lagi begitu seterusnya. Diselingi waktu untuk ibadah dan makan siang di pinggir jalan.

Ditengah terik matahari dan dikelilingi padang rumput serta serangga dan mayat-mayat ular gepeng di jalan. Sangat menguras energi, bahkan ada anggota tim yang tidur dijalan, dilindungi oleh dua alat di depan belakangnya.

Melintasi depan lapas Kembangkuning
Hari pertama ini dilanjutkan sampai malam. Hal yang selalu saya pikirkan adalah tentang hewan liar yang ada di sini. Menjelang senja, kami sampai di lokasi dimana kanan kiri semak bercampur dengan pohon-pohon tinggi. Salah seorang yang menyertai tim kami bercerita kalau menjelang senja biasanya ada hewan yang keluar, baik itu babi hutan (celeng), ular maupun macan kumbang. Namun yang jelas nyata adalah lutung hitam yang berlompatan di popohonan sekitar.
Saat magrib kebetulan di dekat Lapas Narkotika. Alat kami tinggal kemudian Shalat Magrib dan kembali ke posisi alat berada sambil menunggu kiriman makan malam datang. Ditengah jalan gelap, tanpa ada penerangan jalan, hanya mengandalkan “senter kodok” berjumlah dua dan dipagari alat, kami makan siang bersama tim di sini. Di sekitar terdengar suara-suara lutang bersahut-sahutan.
Jujur saja agak sedikit mencekam…

Hari kedua, adaptasi sudah berjalan. Lintasan yang dilalui selepas Lapas Batu lumayan datar walaupun justru akan melewati lintasan tanpa rumah yang panjang. Hawa sangat penas menyengat, di sekitar jalan tidak ada pohon yang bisa dipergunakan untuk berteduh. Sampai dengan waktu makan siang barulah ketemu bangunan rumah, tepatnya di sekitar Lapas Terbuka.

Di sini jatah makan siang datang, di tengah kebun di pinggir jalan, hanya beberapa meter dari kandang sapi milik Lapas. Perut lapar tapi nafsu makan sudah menguap. Namun jalan masih panjang, suap demi suap harus masuk ke mulut dan sampai ke perut untuk di konversi men jadi tenaga.
Memang benar setelah makan dan Shalat rute yang dilalui benar-benar menyiksa badan. Panas dan lagi-lagi tiada tempat berteduh.

Alhamdulillah selepas jam 3 sore, tampak jalan lurus dan kemudian alurnya menghilang berganti dengan backgroud sebuah bangunan tinggi. Ya itu aladah Pabrik Tepung Cilacap. Semangat bangkit lagi mengingat finish ysitu Pelabuhan Sodong sudah dekat.
Selepas kelokan, hawa panas hilang berganti dengan hembusan angin laut. Juga pemandangan tebing kapur dan juga beberapa lubang serupa gua di kanan jalan.

Tampak kilang pertamina dengan apinya yang selalu menyala.

Tampak juga Pabrik Tepung Cilacap dan sedang melintas di depannya dalah kapal pengangkut gamping milik Semen Holcim.
Akhirnya sekitar pukul 5 sore pekerjaan utama, mengambil sampel setiap 100 meter, total panjang 14 kilometer selesai dilaksanan. Waktu Magrib kita sudah bisa kembali ke rumah tempat menginap, sekalian packing beberapa barang yang sudah tidak dipergunakan kembali untuk esok harinya.
Hari ketiga adalah proses finishing yang ringan dan mudah serta banyak tenaga yang mengerjakan. Start jam 6 pagi, jam 8.30 selesai semua kewajiban kami di sini.
Selanjutnya adalah packing dan pulang, kembali ke daratan, kembali ke Pulau Jawa dan bertemua keluarga tercinta.
Inilah kisah saya 3 hari 2 malam di Pulau Nusakambangan.






nek ketemu macan kumbang sebut jenengku 3x
nek ketemu lutung sebut jenenge irfan hehehe becanda logh
Jenengmu kedawan… Yen ana celeng..piye
wkwkwkkwk, iso irfan e
http://hakimrodamas.wordpress.com/2011/11/13/2012-ktm-duke-690-makin-berotot/
memetakan jalan ya boss?
bukan
kalo memetakan jalan tidak terlalu berat
kerja keras = jihad untuk keluaraga
amin
Wuoh….ulo2 do gepeng,korban tabrak lari…
Gilas lari
Alat apa?
Sampel?
Memang ada apa to?
Yaah…ada aja…hehe….sampel ya buat diteliti to?
Pitnah … foto orang yang tidur dijalan, itu asli pelakunya yg nulis blog
kesan pertamax ketemu sampeyan
>>> sepatune mengerikan …
Tidak bisa…Saya tidak punya celana Jeans sama sekali
Sepatune : Maklum buat di lapangan lek terlalu keren lak yo eman eman
jalan jalan
ada apa sampe kesana sagala
Kerja to
selamt bekerja
perjalanan yang mencekam sekaligus mengasyikan,…..
nyari nafkah buat anak istri itu ibadah pak dhe. . . . harus ikhlas
keep brotherhood,
salam,
alhamdulillah ikhlash kok
pemandangane apik-apik ora?
ada yang bagus juga, ad ayang biasa
jalanan mnuju las vegas…
wach, jelajah di pulau bar-bar…