jump to navigation

Akhirnya Bisa Nonton Wayang Kulit Lagi, Kukuh Bayu Aji – Sesaji Raja Suya Oktober 23, 2011

Posted by Maskur in VIEW.
Tags: , ,
trackback

Wayang kulit, saya suka menontonnya. Sejak kecil jaman dimana di desa masih banyak yang menanggapnya, saya sering diajak almarhum Bapak menontonnya. Namun sudah lamaaa sekali, kurang lebih 15 tahun yang lalu saya menontonnya secara langsung. Akhirnya saya bisa menontonnya kembali. Kali ini yang saya tonton adalah pentas oleh dalang Kukuh Bayu Aji, dalang asal Banyumas yang sedang terkenal di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Lakon yang dipentaskan adalah Sesaji Raja Suya.

Pentas ini adalah pentas tanggapan orang hajatan, jadi posisinya agak masuh di jalan kampung. Namun begitu ternyata yang menonton lumayan banyak. Dari belakang tempat gamelan sampai ke belakang ramai dengan penonton. Apalagi dalangnya yang agak selengekan, katanya muridnya Dalang Enthus. Dia banyak membubui pentasnya dengan adegan yang lucu bahkan agak saru.

Penonton paling antusias terhadapa adegan perang dan juga ketika para sinden menyanyi dan menari. Ini dilakukan ketika perang sedang berlangsung, ada selingan beberapa lagu. Puncaknya ketika adegan gara-gara, yang memang segmen hiburan, adalah kondisi dimana penonton paling ramai.

Makanya sekarang pentas wayang banyak di tonton dari belakang dalang. Karena orang lebih mencari live performance dari sinden plus lawak membawakan lagu-lagu campursari dan juga dangdut. Sekarang pentas wayang juga dilengkapi dengan drum, keyboard, gitar, bass dan juga permaian lampu.

Namun karena banyak buat nyanyi dan nari, maka konten dari jalannya cerita wayangnya jadi kurang nyambung. Ada cerita yang dikurangi, ada mata rantai yang hilang. Pokonya pembuka cerita, klimaks, selingan, adegan penutup. Padahal sebelum adegan penutup biasanya ada ketegangan dalam penyelesaian masalah. Posisi menonton wayang juga bergeser. Padahal dari kata asalnya, Wayang berarti bayangan. Harusnya yang ditonton adalah bayangan dari depan kelir.

Yah..memang inovasi itu perlu, untuk mengikuti perkembangan jaman. Namanya juga dunia hiburan.

Komentar»

1. bejo - Oktober 23, 2011

kwi kresna ketemu dosomuko po ?

Maskur - Oktober 23, 2011

Bukan dasamuka, tapi Jarasandha

2. #99 bro - Oktober 23, 2011

bumi gonjang ganjing langit klap kelap .oooooo

3. ahsanfile - Oktober 23, 2011

Mam… kowe asline anu kangen nonton sindene kuwee….

wkakaaaaa

Maskur - Oktober 23, 2011

Sinden? Nang tivi akeh sing lewih top

4. B M W ♣ - Oktober 23, 2011

Apik

5. uungferi - Oktober 23, 2011

jiahhhhhh,…. ora ngajaki lah,….. aku kepengin hunting foto wayang banyumasan

Maskur - Oktober 23, 2011

Ngeneh silihi DSLR-e

6. Pandega - Oktober 23, 2011

Wah di Tapin Kalsel klo mau nonton wayang kudu nunggu ada bos batubara punya hajatan dulu, klo ga gitu ya ga bakal ada wayang, tapi klo ada penontonnya pasti banyak.
Klo ane ga pernah nnton wayang cz ga ngerti bahasanya. :D

7. anto gombong - Desember 30, 2011

ayo….nguri2 kabudayan jawi…


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.377 pengikut lainnya.