jump to navigation

Ketika Matoa Berbuah Oktober 11, 2011

Posted by Maskur in CERITA, VIEW.
Tags:
trackback

Di belakang rumah istri saya, terdapat pohon Matoa. Menurut cerita, tanaman ini dulu yang menanam adalah kakak ipar saya. Dia dapat dua bibit, yang satu ditanam di depan tanahnya sendiri, satunya yang ini. Pohon yang ada di tanah kakak ipar saya itu tinggi dan lebat, juga sudah bertahun-tahun berbuah. Sedangkan yang ada di belakang rumah kok tetap kerdil dan tidak pernah berbuah. Belakang rumah ini banyak tanaman besar dan tinggi. Ada ketapang, durian, sukun, mangga, mahoni bahkan kelapa, mirip seperti hutan kecil.

Tahun ini saya saya bongkar-bongkar rumah warisan mertua. Pohon-pohon di belakang ikut ditebang. Kondisi sekarang sudah tidak mirip hutan namun seperti pekarangan. Pohon matoa ini dibiarkan hidup, dan beberapa bulan ini tampak membesar. Bahkan 2 bulan terakhir muncul bunga walaupun cuma satu dua. Yang periode pertama habis oleh kampret.

Bung edisi kedua ini lebih banyak, saya setidaknya sempat mencicipinya. Ada juga yang belum matang, karenanya saya brongsong dengan plastik agar terhindar dari kelelawar.

Selain buah yang sudah berwujud ini, masih juga muncul bunga-bunga lain yang lumayan banyak. PAs saya manjat juga ada dua kumpulan bunga dan 4 buah mentah yang dahannya patah karena terinjak…sayang sekali. Ternyata dahan Matoa ini ringkih sekali.

Yang jadi pertanyaan adalah:

  • Ketika berbunga perlukah perawatan khusus (pupuk, obat hama dll)?
  • Seperti apakah buah yang sudah matang? Biar tidak kalah cepat sama codot.
  • Bagaimana cara memetik buahnya, apakah boleh mematahkan gagang buahnya dengan galah?

Monggo dishare…

Komentar»

1. #99 bro - Oktober 11, 2011

mau dong

2. B M W ♣ - Oktober 11, 2011

Enyak

3. Abu Tanisha - Oktober 11, 2011

lempar ke jakarta yak

4. Maskur - Oktober 11, 2011

Saingan sama Kampretos dan codotos

5. Triyanto Banyumasan - Oktober 11, 2011

ana nang nggunung, njaluk ngemben lah

Maskur - Oktober 11, 2011

nang Cilacap…

6. yahonsuwakanja - Oktober 11, 2011

sekilo piro termasuk ongkir..?

xixixixi..

zummar azza lah - Oktober 12, 2011

sekilo sekitar RP 35.000,00

7. kmphlynx - Oktober 11, 2011

nek wis panen, main ah… ben reti rasane… :D
[pensaran...]

8. temonsoejadi - Oktober 11, 2011
9. boerhunt - Oktober 11, 2011

wahh..enak itu matoa.. buah asli papua..tp di supermaket di Manado juga dijual, mahal….byk yang mencoba menanam di pulau jawa tapi gk berhasil…

http://boerhunt.wordpress.com/2011/10/06/3s-membangun-bengkel-itu-relatif-mudah-tetapi-sdm-sumber-daya-manusia/

10. Andreas Dhegleng - Oktober 11, 2011

gak perlu perawatan khusus, cuman sebisa mungkin siakar selalu dilewatin air(comberan misalnya)
buah yg matang biasanya kulitnya udah terbelah(mletek) sedikit…
sah-sah aja mematahkan dahan waktu panen

Maskur - Oktober 12, 2011

oke maturnuwun kang
seperti itu yah…

11. Darmawan - Oktober 11, 2011

koyok lenkeng tp guedi,

12. zummar azza lah - Oktober 12, 2011

pas berbunga sampai buah masak kocor lewat lubang biopori larutan pupuk organik cair + KNO3.
setelah panen dahan dipangkas biar keluar tunas baru jangan lupa diberi pupuk dengan kadar N lebih tinggi atau NPK seimbang (NPK mutiara 20:20:20)

Maskur - Oktober 12, 2011

siip sarannya…

13. asmarantaka - Oktober 12, 2011

mantebb iki MATOA..langka buahnya :D

14. dwitri oktaria - Oktober 13, 2011

ditempat saya dijadikan nama lapangan golf, Mas. Dan memang sepanjang pagar pembatas dan di beberapa sudut lapangan bertebaran pohon itu

15. Cerita Masa Kecil – Mandi Di Sungai Bersama Teman – Gak Pakai Malu – Soalnya Gak Pakai Baju ! | Ahsanfile's Blog - November 26, 2011

[...] menjadi masalah adalah sepanjang jalan jarang sekali perumahan. Lha wong sampai sekarang, jarak rumah terdekat dari rumahku adalah berjarak 100an meter itupun melewati kebun. Dan kalau malam, baru umur 6 tahun aku berani [...]


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.