Polisi Bukan Patokan Standar Keamanan Berkendara September 15, 2011
Posted by Maskur in MOTOR.Tags: keamanan berkendara, polisi, safety riding, standar keamanan
trackback

Polisi itu selalu dijadikan trendsetter untuk standar keamanan berkendara oleh masyarakat umum. Padahal tidak semua polisi itu berhubungan dengan lalu-lintas alias tilang menilang. Misalnya di desa saya memakai helm ketika jarak dekat, sementara sodara saya tidak, saya tanya :”Kok tidak pakai helm?”
Sodara saya menjawab:”Lha itu yang polisi saja nggak pakai helm.

Polisi itu walaupun dia penegak hukum termasuk di dalamnya adalah aturan lalu lintas. Sebenarnya dalam keseharian-termasuk juga motornya-adalah masyarakat biasa. Banyak kita lihat motor yang digunakan polisi (milik pribadi) tidak menggunakan standar keamanan bermotor. Seperti foto dari maludong.com di atas yang menunjukkan kalau motor yang digunakan polisi tidak menggunakan spion. Atau foto dari otomotifzone.com yang bisa anda nilai sendiri.

Namun seperti halnya masyarakat umum lainnya. Tidak sedikit polisi yang “tidak neko-neko”. Motor standar, fitur standar berjalan dengan santai, seperti foto ketiga yang saya temui di jalur Salatiga – Boyolali.
Jadi piranti keamanan itu harus kita pikirkan sendiri, jangan berpatokan pada para polisi. Karena polisipun banyak yang berpikiran “fitur keamanan itu agar tidak kena tilang polisi”. Bahkan karena mereka itu polisi, pasti ada juga yang berpendapat “kalo melanggar itu gampang, kan teman sendiri”.
INGAT! KESELAMATAN DIRI KITA ITU URUSAN KITA SENDIRI, BUKAN URUSAN POLISI!






dulu aku keracunan modif sein dicat item sebuah tiger yang dipake polkis, tapi pas ketangkep polkis lain bilangnya itu mungkin sitaan, aku jaman mbiyen y ra urusan, akhire dilepas
Alhamdulillah ya…
beberapa tahun lalu saya pernah kena tilang polisi gara2 motor lama gl-pro saya PLAT R DAN GA PAKE SPEDOMETER, kena tilang di solo (perempatan hotel asia), dan anehnya lagi, polisi yang nilang pake rx-king dan GA ADA SPEDOMETERNYA JUGA, apa ga konyol tuh namanya.., saya sampe eyel2an lama waktu itu, ujung2nya dia bilang “masa aparat nilang aparat”, dan tau sendiri lah.. dijalan banyak orang ga pake spedometer, ya di diemin aja tuh, sampe2 saya tunjukin tuh.. ga pake spedo meter lagi, kok ga di tangkap..??, jawab polisinya “masa mesti saya tangkepin satu-satu” dasar.., berani nilangnya yang luar kota, biar dapet duit. memang waktu itu saya salah, tapi yang nilang saya juga salah.
satu lagi, saya ga sudi ngajak damai polisi, saya lebih milih sidang dengan konsekuensi mesti jauh2 ke solo buat sidang daripada nyogok orang beginian.
Wah sikap yang bagus….
lu pat mo
Wakakakaaa… nyong ngerti wonge…
masa??
Ikut menyimak pakdhe…
monggoo..
izin nyimak aja deh,nggak tau mesti komen apa,,,,
*sudah terwakili semua brader diatas NR*
maturnuwun
sing jelas dudu Kakange kiye… wes ra mungkin..
urungkaruanlho
polisi semakin gak genah
Polisi juga manusia
Nitip jemuran
Ini baru skutik suka suka
http://rexraider.wordpress.com/2011/09/14/ini-baru-skutik-suka-suka
Nilang pake knalpot free flow,ealah kok pas malem pulang dianya juga pake
http://aiiefz.wordpress.com/2011/09/15/yzf-r-15-v2-obat-kangen/
Setuju! Polisi doang jabatannya, tapi otak dan sikap (maap) kampungan.
itu yang polisi motor RX King kaya copet aja lu,,
liat plat nomor-nya R 3344 DY???????????
se enaknya aja pake No Pol kayak gitu!!!
kagak disiplin!!
bisa aja nyuruh orang sipil harus disiplin eh malah penegak hukumnya kayak anak TK g bisa diatur!!
halah halahhh