jump to navigation

Motor Khas Pemudik September 10, 2011

Posted by Maskur in MOTOR.
Tags: , ,
trackback

Dari ritual mudik yang menjadi sesuatu yang khas di Indonesia, kita lihat memang banyak sekali pemudik yang menggunakan sepeda motor sebagai alat transportasinya. Ada satu ke khasan yang digunakan oleh para pemudik motor tersebut yaitu adanya penopang barang di bagian belakang yang dibuat dari konstruksi bambu. Aman tidak ya?

Entah sejak kapan hal seperti ini dipakai oleh para pemudik?

Konstruksi bambu yang digunakan umumnnya berupa batang bambu atau kayu sebanyak 2 buah yang diikat ke body motor. Diikat ke begel belakang sampai ke shockbreaker. Atau ada juga yang dipanjangkan sampai ke swing arm. Perpanjangan bambu di belakang tersebut biasanya untuk menempatkan tas. Fungsinya seperti dudukan dan box motor, namun tidak permanen.

Dngan beban berupa tas yang kemungkinan besar hanya berisi pakaian, kemungkinan besar konstruksi seperti ini aman. Dengan bahan berupa bambu atau kayu ditambah dengan pengikat karetnya otomatis lentur terhadap gerakan.

Yang perlu diwaspadai adalah “ketidakbiasaan” menggunakannya. Dengan “aksesoris dadakan” seperti ini kemungkinan sang rider tidak biasa dengan pertambahan panjang motor. Takutnya ketika menyalip atau berbelok, akan menyenggol objek lain di jalan. Selain itu dipastikan momen inersia akan berubah dari kondisi standarnya.

Adakah yang pernah mempraktekkan hal seperti ini?

Komentar»

1. nick69 - September 10, 2011

Gak pernah

2. TDF - September 10, 2011

box darurat :mrgreen:

3. nick69 - September 10, 2011

Yg seperti ini biasanya mtor sport.
Meskipun ada jg bebek/matik.
Kalo bebek/matic biasanya overload ditengah.
Kemaren lht sport dipasang begituan ,tas miring hampir jatuh, yg bonceng sampai bingung megangin, tp yg depan tetep aja tancep hahaha

Maskur - September 10, 2011

Bebek juga banyak kok, kemarin tidak tercapture

4. MarUto/Marto Utomo - September 10, 2011

Itulah rekan rekan kita…

5. B M W ♣ - September 10, 2011

Uakeh pakdhe.
Klw aq udah tak titipin sodara yg naek bis,

Maskur - September 10, 2011

Kalo nggak ada sodara gimana?

6. gaplek mania - September 10, 2011

aku anti yg gituan.
*pernah kesenggol sampe ndlosor soale

Maskur - September 10, 2011

Nah itu yang aku sebut mereka tidak biasa dengan pertambahan panjang body motor

7. Pak Bambang Nunggang Byson - September 10, 2011

tali karet malah lebih aman dari pada tali plastik atau rafia

Maskur - September 10, 2011

Lentur

8. si PB - September 10, 2011

iso dicantoli pethe, kelopo, telo, ayam dll…………..

Maskur - September 10, 2011

Gedhang, duren….
Kelingan film2 jadul

9. toro - September 10, 2011

Rep tuku box givi ato kappa larang. Rep gawe keranjange bakul krupuk kegedhean. Rep gawe kranjang sayur wagu, yen gawe kranjang sampah mambu….hehehehe….

10. #99 bro - September 10, 2011
11. Darmawan - September 10, 2011

hrs lbh konsentrasi nih

12. Santay - September 10, 2011

Dulu saya setiap tahun selalu pakai bambu model gituan. Selama pemasangan & pengikatan benar & cukup kuat, menurut saya masih aman.

13. daru vixionr15 - September 13, 2011

Ninja rr ada yg pake juga loh, wah pokoknya kemaren bener bener mudik dah

14. Pabrik Tas - Januari 27, 2012

paling asik mudik pake motor,,,, berasa touring satu kota,,,,,

15. pabrik tas - Januari 27, 2012

produsen tas promosi murah


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.