jump to navigation

Si Doel Anak Pinggiran, Lanjutan Kisah Lama Agustus 30, 2011

Posted by Maskur in VIEW.
Tags: , , , ,
trackback

image

Menghidupkan televisi di malam takbiran, kemudian berpindah channel beberapa kali, pencarian saya terhenti di RCTI. Karena saya melihat ada Si Doel di sana. Kemudian saya teringat beberapa hari sebelumnya memang ada iklan tayangan “Si Doel Anak Pinggiran.”, barangkali ini tayangannya.

Flashback ke kurang lebih 15 tahun yang lalu, sewaktu saya masih SMU. Sinetron Si Doel Anak Sekolahan (SDAS) yang berlatar belakang orang kampung, bisa mengungguli Sinetron lain yang penuh keglamoran. Sepertinya termasuk tontonan wajib keluarga. Sinetron ini mempunyai keunggulan di latar belakang masyarakat umum, didukung nama Rano Karno dan tentunya plot cerita yang bisa memainkan emosi penonton.

Kembali ke SDAP, rupanya ini adalah sebuah FTV. Dan yang pasti banyak ditunggu pemirsa. Tidak seperti film Hollywood yang antara prequel dengan sequel itu beda pemeran bahkan beda cerita. SDAP ini benar-benar lanjutan dari kisah SDAS, termasuk juga tokoh-tokohnya. Kecuali yang sudah meninggal tentunya, seperti Basuki. Untuk yang telah meninggal pastinya dibuat cerita tersendiri, seperti halnya tokoh Benyamin di awal SDAS dulu.

Di SDAP ini, harapan banyak pemirsa untuk Si Doel menikah dengan Zaenab akhirnya terlaksana. Dimana dahulu Si Doel memilih Sarah sebagai istrinya. Ternyata setelah menikah, Si Doel ditinggal Sarah ke Belanda dan sudah berlangsung selama.10 tahun. Zaenab diceritakan telah menjanda. Barangkali karena CLBK dan kondisi memungkinkan, akhirnya menikahlah Doel dengan Zaenab. Horee…..:-)  Banyak yang mengharapkan karena merek lebih cocok levelnya.

Bukan Si Doel kalo tidak ada complicated thing yang disisipkan dengan halus tanpa perlu ada konflik yang panas. Di FTV ini dimunculkan tokoh anak Doel dengan Sarah. Anak bernama Abdul ini muncul dan diketahui setelah Doel dan Zaenab menikah. Nah lho…apa jadinya kalo Sarah kembali dari Belanda? Harapan saya sebagai penonton adalah Doel poligami alias beristri dua, hidup rukun dan damai. :mrgreen: Kita tunggu saja semoga Rano Karno yang sudah jadi Wakil Walikota dan mau nyalon Wakil Gubernur ini mau membuat sequelnya.

Catatan:
Selain pemeran dan cerita yang berlanjut. Motor Si Doel juga tetap Honda Win. Yang sayangnya helm yang dipakai adalah helm cetok yang sekarang ini bisa dikatakan sudah punah.

Zaenab di SDAS (gadis) dan SDAP (janda) tampak tidak berubah. Tetap tampak muda, lembut dan anggun, padahal di ceritakan rentang waktunya 10 tahun.
======================
Ternyata saya bisa juga me-review Sinetron. :-)   :shock: :lol:
Say No To Sinetron, Si Doel? Yes

WordPressed by Android on The Galaxy

Komentar»

1. shogun110tromol - Agustus 31, 2011

barusan cuman nonton sedikit, lumayanlah daripada sinetron yang gak jelas juntrungannya

2. mahardika - Agustus 31, 2011

lumayan..si Doel sudah agak memiliki keberanian.

3. cak poer - Agustus 31, 2011

wah…jarku mabengi ulagan koh kang, untung rika gawe artikele dadi mandan mudheng kenangapa si Zaenab dadi mbojo karo si Doel :) kiye sinetron terpaporite keluarga he.he

*oh iya mohon maap lahir bathin ya kang, salam nggo keluarga juga :D

4. Ori - Agustus 31, 2011

Ceritanya bagus dan sangat membumi, apalagi dengan penampilan para pemeran aslinya…mampu membuat para penonton kilas balik ke awal-awal masa si Doel ditayangkan di TV

Masalah helm si Doel memang agak aneh, karena sudah pasti tidak memenuhi standar SNI :D Tapi mungkin salah satu alasan untuk sekedar kilas balik ke masa lalu, dimana si Doel baru dibelikan motor oleh engkongnya.

Zaenabnya tetap masih cakep…beruntung banget si Doel hehehehe, dan kasihan banget si Ahong, wajahnya bermuram durja saat datang ke acara nikahannya si Doel dan Zaenab :D

5. Pak Bambang Nunggang Byson - Agustus 31, 2011
6. andhi_125 - September 6, 2011

ngikut sinetron juga nih… :mrgreen:

7. bee13785 - November 17, 2011

numpang nimbrung yehhh,,,,apa dah ada yang upload apa blom nih SDAP nya yahhh???????????

Maskur - November 17, 2011

wah belum tahu juga


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.