Akselerasi, Torsi Dan Topspeed Agustus 16, 2011
Posted by Maskur in MOTOR.Tags: akselerasi, power, topspeed, torsi
trackback

Ingat ada yang membahas akselerasi, torsi dan juga topspeed. Katanya motor Honda jago akslerasi, Yamaha top di torsi dan Suzuki mantap topspeednya. Terlepas dari standar speedometer masing-masing yang bisa jadi berbeda, saya ingin mengutarakan tiga hal itu menurut pendapat saya.
Akselerasi terjemahannya adalah percepatan, satuannya (salah satunya)m/detik ². Karena m/detik adalah kecepatan, maka akselerasi artinya capaian kecepatan yang diraih dalam satuan waktu. Akselerasi bagus jika waktunya makin singkat. Kembali ke motor, jadi motor yang akselerasinya bagus adalah bisa mencapai kecepatan (misalnya) 100 km/jam dalam 5 detik. Motor yang pernah saya miliki yang (menurut saya) mempunyai akselerasi bagus adalah RX King. Kalo dibilang motor Honda unggul akselesari barangkali benar, mambandingkan Vega dan Grand selepas lampu merah maka Grand akan lebih cepat manggapai kecepatan tertentu.

Torsi adalah momen puntir, mudahnya adalah kekuatan untuk memutar. Torsi yang besar akan memudahkan memutar bebannya. Dalam permotoran, motor bertorsi besar biasanya galak di awal gas dibuka, buat nanjak juga jago. Karena dia mempunyai tenaga lebih dalam memutar roda. Motor bertorsi besar juga biasanya mempunyai langkah (stroke yang panjang). Sebagai contoh Vega lebih tinggi torsinya daripada Grand, ketika gas dibuka Vega langsung spontan. Jupiter MX juga termasuk motor bertorsi besar.

Kalo topspeed sepertinya semuanya sudah tahu. Kecepatan puncak yang bisa diraih oleh suatu kendaraan. Kecepatan ini erat hubungannya dengan putaran mesin dan power puncaknya. Biasanya, motor ber-stroke pendek bisa mencapai topspeed lebih tinggi, karena putaran mesin bisa lebih tinggi karena gesekan lebih kecil.
Terlepas dari semua standar itu, tapi dalam kenyataan bisa berkata lain. Misalnya motor berlangkah pendek tapi CDInya berlimiter rendah ya topspeednya rendah. Motor berlangkah panjang seharusnya torsinya besar yang artinya tarikan awalnya galak, nyatanya Shogun FD 125 dan Supra X 125 tarikan awalnya lemot. Jadi semua tergantung setelan dari pabrik.
=================================================
Ooops ngelantur nggak jelas nih, ternyata suatu ide di otak ketika ditulis bisa melenceng kemana-mana dan bisa berkembang terlalu luas.
Kalo ada yang salah mohon kereksinya.
WordPressed by Android on The Galaxy






oo.. CS1 ae lah pak dhe
Lemot di awal
susah ngomongin “standar” ukuran (apalagi pake satuan internasional) ke orang awam…apalagi fanboys…
Fansboy….masih ada?
Pengen ngetes torsi, buat boncengan atau nanjak.
Kalo lemot berarti torsinya rendah.
Ada lho motor yg kenceng buat sendirian, tp begitu buat boncengan langsung memble.
Terus ada juga motor yg topspeed gak nyampe 100kpj, tp buat boncengan tetep yahud
Benar sekali…contohnya Grand menang di trek lurus vs Vega. Tapi di tanjakan…Vega menang
masked rider torque kok bazooka ne gede?? , masked rider aksel kok ga bawa bazooka?
Tanya pembuatnya….Accel mengandalkan kecepatan
nice om..
nitip ya
http://boerhunt.wordpress.com/2011/08/16/tanpa-data-protes-hanya-sekedar-shadow-boxing-masalah-livery-balap/
Yach ,aq make motor apapun tidak ada yg bisa nyalip,so kabeh tergantung sek numpak
Nggak bisa nyalip? masa sih?
si bongsor <– torque-nya masih prima
hahahahahahahaha gambare gawe ngekek kieh kang maskurrrr…..
masked rider yg komstir oblag,ngowos,rangka coak ga ada pakdhe..??
o gitu tho… Rodo paham aq… Hehehe
http://www.jheren.wordpress.com/2011/08/17/refleksi-kemerdekaan-ri-ke-66-part-1/
terus nek ge harian,tp kadang ge jarak jauh sik penak sik pie paklik,aku manut…
Tiger sudah cukup…akselerasi, top speed dan torsinya memadai…
Kalo buat harian enak matic…ra nyambung hehehe…
@ maskur..
Yg bener nih grand yg cuma 97 cc bisa menang lawan vega di track lurus..wah..hebat betul…
Padahal vega kan 110 ya?
Vega lama oom…105 cc aja. Kondisi standar susah larinya
Oo..yaya..saya ingat..yg mesinnya kurang lebih sama dg cripton itu ya..
Emang berat larinya.
Benar…