Wong Ndak Kesusu Kok Ndak Mau Brenti Agustus 9, 2011
Posted by Maskur in MOTOR.Tags: belok kiri mengikuti lampu lalu lintas, lampu merah, menerobos lampu merah
trackback

Lampu merah dekat Pabrik Semen Holcim ini setiap hari saya lewati. Pertigaan berbentuk “Y” ini paling sering terlihat kendaraan melanggar lampu merah. Padahal sudah tertulis :“BELOK KIRI MENGIKUTI LAMPU LALU LINTAS”, namun masih saja orang-orang jalan terus.
Dan ternyata jika dari arah Pertamina malah banyak yang melanggar lampu merah walaupu belok kanan. Karena memang lalu lintas dari kanan terlihat jelas, jadi walaupun lampu merah tapi terlihat kosong, jalan terus.
Yang mengherankan sebenarnya para penerobos lampu merah itu tidak berjalan terlalu cepat. Soalnya saya sering menyalip mereka tidak terlalu jauh, sedangkan saya menunggu lampu hijau dan saya berjalan paling cepat 60 s/d 70 km/jam. Apa beratnya mengerem sebentar.
WordPressed by Android on The Galaxy






oalah
pak polkis ora ono?
jarang, padahal 500 meter dari Polres
yang aneh lagi..”BELOK KIRI JALAN TERUS”….
lah saya kan mau belok kiri….
lebih aneh lagi kalo BELOK KIRI JALAN LURUS
pada bebeh mandeg, pemandangae kurang apik kayane
Apik kok, kaya parik dibalik hutan
reme blong
glodak…..
mungkin dllm benar mereka nanggung klo berhenti.. apalagi pas cuaca panas..
“nanggung” sebuah kata dengan arti kecil yang bisa berakibat besar
iya sih..ngga kesusu…tapi kepaha
pertigaan model Y itu biasanya jarang macet…kalo perempatan baru bikin macet…
di jakarta mau pertigaan Y atau T atau X itu macet semua…eh X itu perempatan ya
kalo kesikut gimana masbro…hehehe
nitip kang
http://boerhunt.wordpress.com/2011/08/09/sudah-ada-mudik-gratis-untuk-pengendara-motor-bro/
tergantung yang kesikut mananya…kalo yang kesikut itu dengkul pasti yang sakit sikutnya…
mungkin si pengendara kebelet e’ek pengin cepat sampe rumah pak
Mossok kabeh ngono
sebenarnya liat lampunya merah,tapi lebih liat lagi gak ada polis yang nugguin
n
ngeles mode
sepertinya memang seperti itu…
Sama Mas, di Bandung sini, banyak yang masih melanggar lampu lalu lintas untuk belok ke arah kiri. Memang tidak ada tulisan “belok kiri langsung”, dan banyak orang yang langsung ke kiri. Jika ada yang menghalangi (padahal itu benar berhenti) mereka menglakson.
padahal, kalau tidak ada rambu “belok kiri terus” ya artinya ikuti lampu lalu lintas yang ada.
cuekin saja kalo nglakson
lampu merahe ge pantes2…
*mosoo…kk…
husyy..mahal lho itu…
eman2 kampas rem mungkin
mossook
pengendara kebanyakan masih belum beradab, jadi melanggar lalin seakan sah sah saja. Yakinlah perlu ratusan tahun untuk mendidik hal yg sekecil ini..
belum mengamalkan Pancasila dengan baik ya