jump to navigation

SOP Bengkel Resmi Berkaitan Dengan Keselamatan Berkendara Itu Bagaimana Juli 21, 2011

Posted by Maskur in MOTOR.
Tags: , , , , , ,
trackback

image

Mungkin pemandangan seperti ini sudah umum terlihat. Orang berpakaian mekanik berlogo pabrikan tertentu naik motor, dengan jarak  beberapa ratus meter dari bengkel. Dia hanya mengenekan wearpack bengkelnya tanpa piranti keselamatan, minimal helm sekalipun.

Biasanya, motor setelah diservis, oleh mekaniknya di test apakah settingannya pas atau tidak.

image

Masa sih tidak ada Standard Operating Procedures (SOP)  dari suatu bengkel resmi mengenai keselamatn berkendara?

Walapun biasanya pengetesan “cuma dekat”, apakah kalo dekat itu tidak bisa mengalami kecelakaan.

image

Biasanya lagi, pengetestan ini dilakukan di jalan umum. Satu arah kemudian kembalinya melawan arus. Hal seperti ini saya temui hampir disetiap bengkel resmi dari semua merk.

Bengkel umum juga melakukan hal yang sama. Namun kurang begitu terdeteksi karena mereka tidak mengenakan atribut yang mudah dikenali.

Jika bengkel resmi merupakan perpanjangan tangan ATPM, masa tidak ada perhatian tentang safety riding.

Komentar»

1. #99 bro - Juli 21, 2011

Ditangerang juga sami mawon tapi di solo mekanik wajib helm,

dnugros - Juli 21, 2011

mosokkk? :-D

Maskur - Juli 21, 2011

Solo apa Sala [tiga]

2. Bjl - Juli 21, 2011

Sudah biasa kok…xixixi…

Maskur - Juli 21, 2011

apikkkkkkkkkkkkkkk :(

3. propus - Juli 21, 2011

meh kabeh…hmmmm…emang perlu ditatar karo Koboys, xixixixixixixi :mrgreen:

Maskur - Juli 21, 2011

siapa yang mau natar…
cari Softpack..tanya napakah delaernya ada bengkel resmi..apakah bengkel resminya perhatian ama safety riding…

4. nunoe - Juli 21, 2011

saatnya OBI melakukan perubahan :D

Maskur - Juli 21, 2011

gimana dengan yang lain?

5. B M W ♣ - Juli 21, 2011

yamaha bitung nggak lho,mereka punya tempat parkir yg luas dan biasa di gunakan buat test

Maskur - Juli 21, 2011

ya.. kalo dealer besar dan punya lahan memang ada.
btw pake (minimal) helm nggak testernya..

B M W ♣ - Juli 22, 2011

pernah tak tanya kok gak pake helm. . . . . . .
mekanik:’gak keluar jalan raya ini mas,trus malah gak kedengeran suara mesinya’.

6. nanared - Juli 21, 2011

ditempatku juga gitoo,bahkan ada mekanik pinggir*ane ogah ngebengkel ditempatnya*biar cuman isi angin pake acara test juga :D :D
izin pasang lapak ya :D
http://www.nanared.wordpress.com/2011/07/21/karnaval-tujuhbelasan-di-sidrap/
SALAM KARET BUNDAR

Maskur - Juli 21, 2011

itu sih nyari kesempatan…itu mekaniknya jangan2 punya blog. tiap nyoba motor ditulis jadi artikel.. :lol:

7. dany :) - Juli 21, 2011

perasaan kabeh ngono je…

Maskur - Juli 21, 2011

lha terus endi sing ora

8. sa469 - Juli 21, 2011

batasan istilah “safety riding” nya harus jelas….perasaan temanya mirip2 sama yang pernah ditulis mbah dukun….lupa artikel yang mana….

apakah semua casenya jadi letter leks??

Maskur - Juli 21, 2011

Kalo orang awam sih minimal pakai helm

9. Triyanto Banyumasan - Juli 21, 2011

di Jakarta pakai, helm seadanya jelek pula… (saat servis tiger di Wahana Gn. Sahari)

Maskur - Juli 22, 2011

Berarti [mandan] apik

10. Gundala - Juli 21, 2011

kok klo diahass semarang pakenya helm ama jaket ya ? malah ada tempat jaket sama helm khususnya tuh…..

Maskur - Juli 22, 2011

AHASSnya yang mana nih… Sering lihat yang di Thamrin kayaknya nggak..

11. Gundala - Juli 22, 2011

yang siliwangi mas….


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.