Jalan Urip Sumoharjo Akhirnya Menggunakan Perkerasan Beton April 25, 2011
Posted by Maskur in VIEW.Tags: Cilacap, jalan urip sumoharjo, jogjig, pelat beton, perkerasan beton, perkerasan jalan, perkerasan kaku, road grader, setum, slender, stoom walls, wales
trackback
Jalan Urip Sumoharjo adalah jalan penting yang ada di Cilacap. Jalan ini merupakan jalan Nasional. Merupakan jalur kendaraan dari Pelabuhan, Pertamina dan juga Semen Holcim Cilacap menuju wilayah yang lebih timur seperti Jogja, Semarang dan Jawa Timur.

- Kondisi jalan di bagian yang mulus setahun lalu
Tidak heran kendaraan yang melintas adalah kendaraan berat kadang dengan muatan penuh. Kondisi tersebut mengakibatkan jalan ini cepat rusak, berlubang dan bergelombang. Jika hujan, maka jalan ini jadi penuh jebakan yang tak terduga kedalamannya.
Banyak yang bertanya, kok orang-orang di pemerintahan Cilacap yang juga sering lewat jalur ini kok diam saja. Barangkali bukan diam, namun pemerintah lokal hanya bisa mengusulkan, tidak melakukan aksi. Karena seperti saya tulis di atas, Jalan Urip Sumoharjo adalah Jalan Nasional. Yang berhak dan wajib menjalankan tanggung jawab dan pemeliharaan adalah Pemerintah Pusat.
Upaya yang dilakukan pengelola jalan selama ini hanyalah penambalan di setiap lubangnya. Hal ini mengatasi lubang jalan, tapi tidak dengan permukaan bergelombang yang makin parah tiap harinya.
Untunglah sejak bulan Maret, jalan ini diperbaiki dengan lebih baik dan total, yaitu dengan menggunakan perkerasan beton. Resikonya, dalam tahap under construction, jalan ini hanya bisa dilalui 1 saja. Kendaraan dialihkan lewat jalur alternatif dan juga jalur lambat di kiri-kanan jalur utama.

Tahap pertama adalah pengerukan permukaan jalan agar rata menggunakan alat berat Road Grader dan Compactor. Compactor atau Stoom Walls istilah lokalnya adalah Slender atau Setum di Solo, atau juga jogjig di Semarang, ada juga yang menyebut wales.

Setelah di ratakan, kemudian jalan di beri dasar berupa rabat beton. Rabat beton dasar ini mempunyai ketebalan kurang labih 3 atau 5 cm.
Setelah dibiarkan beberapa hari sampai mencapai kekuatan efektif, diatas rabat beton kemudian dibeli lapisan mortar. Mortar ini berguna sebagai perekat tulangan pelat beton.

Tulangan yang digunakan berdiameter kurang lebih 16 mm, kombinasi antara ulir dan polos. Ketebalan pelat beton yang direncanakan adalah 25 cm.
Berikut ini adalah pelat beton yang telah di cor, tinggal menunggu mateng kekuatan optimal.

Bearti jalan ini jika sudah siap nanti akan mengalami kenaikan elevasi kurang lebih 30 atau 35 cm dari elevasi semula. Yah semoga kuat dan tahan lama, walaupun sepertinya kalo lewat jadi kurang empuk. dan semoga tidak buat kebut-kebutan lagi karena korban di jalan ini sudah banyak.






pertamakk
Ati ati lunyu..
asline wis lunyu
ngalhake tol tenan kui
apanya pakdhe
Maning2 xxl123, pertamax tambah larang
wah….entuk proyek iki
*makan2
proyek perhubungan pusat.
kalo setelah dibeton diaspal 2cm, jalannya makin maknyus itu…
tapi penanganan proyeke kurang profesional, kendaraan semrawut mungkin karena kurang koordinasinya antara pihak proyek dengan DLLAJR debu yang sangat mengganggu juga irasakan warga sekitar yg mulai terkena gangguan pernafasan