Helm SNI, Apa Kabarmu? April 14, 2011
Posted by Maskur in MOTOR.Tags: helm, helm retak, helm sni, keselamatan berkendara
trackback
Helm SNI telah manjadi peraturan wajib bagi produsen helm. Semua helm keluaran baru sekarang menyematkan logo SNI timbul. Baik itu benar-benar SNI atau yang cuma tiruan, tahu sendiri lah, di negeri ini apa sih yang tidak bisa ditiru.

Jika produsen helm sudah mematuhi peraturan, bagaimana dengan masyarakat pengguna? Peraturan yang tidak konsisten dan kurangnya penyebaran informasi keselamatan berkendara menjadikan masyarakat yang tidak perduli hal ini.
Apakah semua orang harus dipaksa untuk membeli helm ber-SNI? Bagaimana jika orang tersebut tidak mampu beli helm SNI termurah pun? Seperti foto di atas dimana seorang bapak yang mengendarai “motor tua” dan mengenakan helm yang sudah retak. Padahal umur efektif helm adalah sekitar 5 tahun. Dan berkurang jika pernah jatuh. Apalgi jika sudah retak seperti itu.

Helm SNI, Apa Kabarmu?






Pertamax
“Kabarku baek2 aja padhe maskur ” jawab helm SNI
Kayaknya otaknya retak juga tuh
wah ya enggak lah
Pakelah helm SNI melindungi kepala dari wabah ulet bulu…
weh udah sampe tangerang kah si ulat bulu?
wew SNI, Standar Ning Iplik Iplik
seharusnyaa pemerintah tegas menangani penjualnya
Tentang SNI, bukan hanya helm, produk lain yang dijual di Indonesia juga harus berstandar SNI. Setahu saya (yang kerja di electronic) peralatan yang standard SNI itu dijamin kualitasnya karena memenuhi serangkaian uji kelayakan.
Untuk SNI ini, badan sertifikasi yang meluluskannya pun gak main2, karena jika dipasaran ada barang SNI yang cacat maka badan sertifikasi ini yang dituntut.
Contoh :
1. Helm SNI yang ternyata pecah dan menyebabkan orang yang memakainya (dg benar) gagar otak, maka pemakai itu bisa menuntutnya.
2. Cable roll yang berstandar SNI dan ternyata leleh, kita tinggal cek sertifikasinya dan menuntutnya.
Jadi konsumen saya pikir gak perlu dipaksa, biarlah dia memilih mana yang baik dan tidak.
Yang penting produsen, pemerintah sudah menyediakan produk yang terjamin mutunya lewat SNI.
———–
thanks bro
ha.ha.ha…. panas-panas tahi ayam…. kalo dah tidak panas yo ditinggal….
anget anget tai ayam
ngenes banget potonya…hiks hiks jadi sedih
yang di poto masti tetangga dikampung….awas tak bilangin…!!!
nemu di SPBU
foto modelnya malu.yg difoto punggungnya.hi hi hi
Waduh helmnya ampe retak gitu…
sesuai kecepatan juga mas, merk bagus kyt, dah SNI, tapi dengan kecepatan 70-80 pake half face? gigi temen sukses rontok 2
helmku sni versi sebelum versi cetak timbul… kira-kira masih kena tilang nggak ya ?
tergantung petugase.
pas lagi ngurus logo timbul apa nggak
kabar saya baik-baik saja bro….
lha kalo punyanya gitu, mo gmn lagi? mo diangkut ma pak polisi, paling ya bilang monggo…
http://kangmase.wordpress.com/2011/04/16/ganang-ngitung-itung-harga-cbr-150-r0-r/
yang penting ada tulisan SNI.beli stiker’e ajah