jump to navigation

Inilah Solusi Kemacetan Di Jakarta Maret 20, 2011

Posted by Maskur in CERITA, IDE.
Tags: , , ,
trackback

Setiap hari bertemu kemacetan?

Setiap hari stress dengan kondisi lalu lintas?

Masih mengharapkan tindakan pemerintah yang tak kunjung ter realisasi?

Menunggu pemerintahan baru yang lebih baik?

Sebenarnya mudah saja menyikapinya, terimalah apa adanya kodisi yang ada, anggaplah suatu kewajaran, nikmati semuanya solah itu hukum alam. Dibanding kita berkaluh kesah, mengumpat, emosi atau demonstrasi, malah menambah masalah.

Atau….ada solusi lain? Meninggalkan Jakarta adalah satu solusi.

Ahhh..itu kan karena dirimu dapat kerjaan baru di daerah?

Entah bagaimana caranya, coba bayangkan andai dalam tahun ini, dari setiap kantor ada karyawannya yang resign dan meninggalkan Jakarta kira-kira tahun 2012 kemacetan berkurang atau tidak?

Komentar»

1. Triyanto Banyumasan - Maret 20, 2011

ya..ya.. nyong nyusul ngemben… :) Insyaallah

2. az147r - Maret 20, 2011

hidup didaerah emang uenakkk….nga perlu stress dari lingkungan,gaji cukup nga gede tp mencukupi bahkan buat keluarga agak lebih,alhamdulillah…..

3. #99 bro - Maret 20, 2011

yo kale..

coba aset aset perusahaan dan ibukota di pidah ke papua jakarta gak macet lagi..

4. xxl123 - Maret 20, 2011

walah bentar lg aku pindah ke jkt :D

5. Ay - Maret 20, 2011

Makanya mendingan tinggal di daerah, udaranya masih sueger, biar penghasilan gak segede org jakarta, tapi masih bisa hidup kok… :)

6. Joe Trizilo - Maret 20, 2011

Ada solusi yang agak frontal tapi dijamin pasti…

Pas waktu naik taksi dari sukerno hatta ke hotel, sopir taksi yg dari medan bercerita tentang kemacetan di jakarta yang tak ada habisnya… trus saya iseng nanya, kira-kira solusinya apa bang??? dia jawab ” minta sama Korea Utara untuk mengarahkan rudalnya ke jakarta, habis itu rudal ke Jakarta, di jamin 2/3 warga jakarta akan meninggalkan jakarta”….. saya nanya lagi ” loh sampean juga ikut meninggalkan jakarta donga bang???” di jawab ” ya aku lari dulu sebelum di rudal!!!” aku langsung nyeletuk “itu namanya enak disampean gak enak di orang dong” xixixiix….

7. kangmase - Maret 20, 2011

yah, silakan saja sampeyan yang kena mutasi ke daerah….

kalau semua pegawai mutasi ke daerah, kantore sing ngurusi sopo???

http://kangmase.wordpress.com/2011/03/19/honda-dan-kompetitornya-honda-menguasai-semua-segmen/

8. Virus - Maret 20, 2011

solusi nya emang bener jakarta harus dikurangi jumlah penduduknya…padet banget itu, nah orientasi orang rata-rata ke jakarta karena dalam hal penghasilan ketika kerja dijakarta kata nya sih besar…gak heran orang pada berbondong-bondong ke sana…tapiii sebener nya antara penghasilan dengan biaya hidup juga setimpal, contoh nyata seandai ny mobil minum pertamax + lalu bertemu macet ampe berjam-jam jalan dikit matiin mesin…jalan dikit matiin mesin…atao bahkan mesin di biarkan nyala langsam apa gak boros ke konsumsi BBM ny? logika nya pasti lah boros + hidup AC pula…nah sbenernya bicara soal penghasilan ujung habis-habis nya sama aja dengan kerja di daerah, cuma yg di daerah tingkat stressnya rendah…efeknya? paling nyata orang-orang daerah gak cepet naik pitam, senggolan dikit ah cincai lah…bla bla bla maaf bla bla bla maaf…slesai…kecuali tabrakan parah itu mah panjang critanya + urusannya dengan polisi…
ahahahay…gimana…

9. Intine - Maret 20, 2011

Intinya, jangan ada lg pembangunan gedung bertingkat di jakarta, kalaupun ada, harus di luar jakarta, untuk perluasan, itu aja, cukup, di jamin manjur…

10. joetrizilo - Maret 20, 2011
11. segleng - Maret 20, 2011

pindah ibukota pemerintahan ke misalnya palangkaraya/ banjarmasin..kan enak jadi jakarta sebagai pusat ekonomi aja pusat pemerintahan dan administrasi, departemen2 ada di daerah lain

12. extraordinaryperson - Maret 20, 2011

pindah ke jonggol rencanyanya :lol:

13. agungsevi - Maret 20, 2011

pemerataan pembangunan!!!
insyaalah!!

14. blognyamitra - Maret 21, 2011

Selamat datang di kota Jakarta hehehe…

15. dany :) - Maret 21, 2011

1 lunga 3 teko.. :mrgreen:

16. ahsanfile - Maret 21, 2011

Wakakakaa…
mentang-mentang arep pindah…

Tenang baen mam, ngko nang tempat anyar dijamin ora ana macet, mlebu jam tengah wolu, jam 7.20 nembe mangkat kang ngumah ya wani

17. Abu Tanisha - Maret 21, 2011

aku berencana kembali ke malang, atau mencoba hidup di jogjakarta

18. dnugros - Maret 21, 2011

bali ndeso mbangun kutho :-D

Maskur - Maret 21, 2011

@all
Foto itu adalah kemacetan di jakarta terakhir yang saya alami.
artikel ini dipublish ketika saya sudah di daerah.
memang sebnarnya ini sesuatu yang sangat subyektif… :)

19. lekdjie - Maret 21, 2011

podo wae pakdhe.mungkin cilacap sih longgar.tapi solo,jogja,semarang dan sekitarnya?mungkin yg setingkat orang pintar macem sampeyan sih oke2 saja,krn masih banyak dibutuhkan.tp yg model rakyat jelata(buruh pabrik,kuli bangunan dll)pesona upah yg lebih layak+gedhe di jakarta benar2 menawan..apalagi pt2 di daerah yg notabenenya milik pribumi/saudara kita yg minoritas itu kbrnya lebih ‘kejam’ drpd yg pma asal jepang..

20. zaqlutv - Maret 26, 2011

saya sudah meninggalkan kampung halaman Jakarta sejak 2007 lalu..
jarene mercon: RA TAKON..!! :mrgreen:


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.