jump to navigation

[Bahasa Jawa] Perbedaan “t” Dengan “th” Februari 28, 2011

Posted by Maskur in PENGETAHUAN.
Tags: , , ,
trackback

Melanjutkan pelajaran Basa Jawa yang kemarin, tidak disangkan ternyata banyak juga yang komentar. Sekarang tentang perbedaan “t” dan “th”. Dua bunyi ini juga sering rancu dalam penulisan karena pengaruh Bahasa Indonesia, Inggris atau bahkan Arab.


Di dalam Basa Jawa “t” dibaca persis seperti dalam bahasa Indonesia. Misalnya : tandur (tanam), tameng (perisai) dan takon (tanya).

Sedangkan “th” dibaca seperti ucapan orang bali (tebal). Contohnya di kata : kathok (celana), celathu (berkata) dan manthuk (mengangguk).

Atau contoh yang paling berdekatan adalah kata : tutuk (mulut) dengan thuthuk (pukul).

Karena dalam bahasa tulis kadang untuk bermaksud menguatkan atau sekedar “gaya”, kadang menulis jawa bermaksud “t” namun ditulis dengan “th”. Seperti di gambar, untuk huruf “ta” dan ”tha” adalah dua aksara yang berbeda.

Komentar»

1. elsabarto - Februari 28, 2011

th dominan dalam bahasa bali misalnya Mercon Mothor..

2. phantomxy - Februari 28, 2011

Podo karo ‘d’ lan ‘dh’, kadang rancu. Peh wis suwi ra tau komen nang kene

3. Maskur - Februari 28, 2011

@Kang Elsa
hehehehe bener
@Phantomxy
sudah dibahas minggu kemarin

4. nadi - Februari 28, 2011

like waelah
*mumet ngeling-eling :mrgreen:

5. Triyanto Banyumasan - Februari 28, 2011

ngesuk apa maning ya ?

nek wetanan : loro >2 dan loro dibaca lhorho >sakit >>mbahase keprege ya ?

6. Maskur - Maret 1, 2011

@Kang Nadi
Terlalu
@Kang Jamin
Basa pengucaoan susah ditulis

7. cak poer - Maret 1, 2011

“ta’ thuthuk nganggo pipo ledeng” (wis bener rung kang?) :D

8. raya - Maret 1, 2011

@triyanto
kalo ditulis pake huruf jawa, dua kata tadi sangat berbeda..

9. cihanshans - Maret 1, 2011

Aku dodol dhodhol nang pasar garut. Artine apa hayo ?

10. Maskur - Maret 1, 2011

@cihanshans
lho, katanay dodol Soto, kok ganti Jenang :)

11. TH - Maret 4, 2011

Subhanallah…dah lama bgt ngga baca dan nemuin tema begini.
Maturnuwun mas….terus sisipkan tema ini disela tema2 pada umumnya, biar ngga hilang bahasa jawanya.
Salute…MANTAB…!!!

12. Mas Bintang - Maret 24, 2011

@Triyanto,
Coba memberi keterangan mengenai cara penulisan bahasa jawa baku, terutama mengenai penulisan “o” dan “a”.
Contoh :
Benar Salah
1. Sega Sego
2. padha podho
3. lara (sakit) loro
4. kanca konco
dll.
Jadi kata2 tsb. ditulis dengan huruf “a”, KARENA APABILA DIBERI AKHIRAN “e” “ne” “mu” AKAN BERUBAH BUNYI MENJADI “a”. contoh :
1. SegAne wis mateng.
2. KancaAmu sopo?


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.