Tuas Persneling Motor Di Indonesia Februari 9, 2011
Posted by Maskur in MOTOR.Tags: tuas persneling, tuas persneling bebek, tuas persneling sport, utilitas
trackback
Sejenak lupakan yang jauh, yang ada di delaer, yang kabarnya mau launching, yang di launching di luar negeri, yang sudah ada spyshotnya, yang harganya tidak terjangkau dan hal yang masih jauh lainnya. Mari kita lihat ke bawah. Tapi bukan buat pengguna matic atau vespa.

Sesuatu yang kita injak dan atau cungkil tiap hari dan sudah bukan barang baru dan aneh. Tuas persneling. Eh! Pernahkah anda menghitung berapa kali anda menginjak atau mencungkil tuas persneling anda?
Sejauh ini, tuas persneling untuk motor harian yang beredar di Indonesia ada tiga macam.
Tipe 1

Tipe yang dianut oleh hampir semua tipe cub, yang mayoritas pola perpindahan giginya maju-maju (menambah) dan mundur-mundur (mengudangi). Tuas terdiri dari 2 pelat kecil di bagian depan (untuk shift up) dan bagian belakang (shift down). Tipe ini hanya dioperasikan dengan menginjak (depan-belakang), kurang memungkinkan untuk mencungkil, kecuali menggunakan sepatu bermaterial kuat, dan tidak takut rusak tentunya.
Tipe 2

Model yang digunakan oleh hampir semua motor sport dan beberapa cub. Coba tengok motor sport jaman dulu, pasti menggunaka model ini. Tuas depan berupa batang pendek berlapis karet, sementara bagian belakang pelat kecil. Model seperti ini bisa dioperasikan dengan menginjak (depan-belakang) dan mencungkil (depan).
Tipe 3

Bentuk seperti ini dianut oleh motor sport, baik harian apalagi untuk motor untuk balap. Hanya terdiri dari satu tuas di bagian depan. Dioperasikan dengan menginjak dan mencungkil pada bagian yang sama.
Dari ketiga tipe tersebut, untuk motor harian jelas yang paling fungsional adalah tipe ke-2. Karena walaupun mengoperasikan dengan mencungkil tuas bagian depan sudah cukup, kita diberikan alternatif lain yaitu untuk menginjak tuas bagian belakang. Misalnya kita berangkat kerja dengan sepatu bersemir mulus, sayang kalo sampai rusak, maka kita bisa menghindari mencungkil tuas persneling. Namun banyak yang menganggap yang paling keren adalah tipe 3 karena ada aura spotnya
Aura sport cuma dari tuas persneling??
Bahkan pernah diulas di M+, banyak pekerja kantoran yang memodifikasi tuas persneling Tiger menjadi seperti tipe ke-2, karena sayang sepatu. Namun ketika Byson tampil dengan tuas persneling seperti ini, banyak yang protes karena kurang keren, karena FZ 16 menggunakan tipe ke-3.
Maaf, mungkin postingannya kurang bombastis. Hanya mengajak kita kembali untuk mengingat barang sepele yang ada di dekat kita.






pertamax
Nice info.
Suzuki biasane pake yg tipe-2.?
Tp titanku pake yg tipe-1.
Kalo hujan licin.
Enakan yg karet
podium aaah…. yang paling aneh punyanya vixion ama byson… kayak bebek…..
mio pake mana ya???
ngawur .com
jemuranya ketinggalan
http://rudy052.wordpress.com/2011/02/08/kriteria-motor-pilihan-sayairit-dan-juga-keren/
FYI, kenapa dicungkil
karena sebetulnya system ini disasarkan untuk motor sport, dimana respon akselerasinya menghentak, dan ternyata dengan mencungkil responce kaki lebih cepat terutama dirasakan bagi biker suka high responce coba rasakan dech pas pengen sifting down dalam waktu cepat dan dari kecepatan tinggi, namun tangan kiri harus merespon arm hand cluth, kira2 nyaman ga? apalagi kalo settingannya dalem, pasti tumit harus ngangkat2
http://azizyhoree.wordpress.com/2011/02/09/yang-baru-saja-saya-tau-dari-bebek-tvs/
gak pernah nyongkel…
nggonku type 3, mung nyonkel karo injek ngarep tok
@Nick
Motor Suzuki bebek jadul seperti Rc 100 sudah peka model 2, tapi Titan dan Shogun FD 125 malah pake model 1.
@j4na
enggak cuma bebek, lha GL Pro, RX King juga pake model gitu kan?
@Aziz
Benar juga sih, namun buat motor harian kecepatan tidak sangat-sangat penting.
Kalo orang kantoran yang tidak mau repot (dengan membawa sepatu khusus) dan sayang ama sepatu pasti pilih yang ada model injaknya
@rudy & Roso
sudah disebut di atas, matic tidak masuk kategori
@Kang Jamin
Sepatu harus kuat.
kecil yang bermakna penting
mau pake mesin fu atau tigi.. tapi kalo ndak ada tuas persenelingnya tetep sama aja ya gan..
aq paling suka memang tipe 2 dan paling ga suka tipe 1 soalnya kalo jarak dekat dan ga pake sepatu akan sakit di kaki.
Gak pernah nyungkil pakdhe, eman sepatu
sama.. untung byson pake type 2.. kadang nyungkil kadang bisa injek.. kalau tiger saya dulu mau g mau y nyungkil… pas g pake sepatu lumayan kerasa..
suka yang versi 1
skywave saya kok nggak ada tuas persnelingnya yah…
kalo aku lbh suka yg kaya tiger.krn kebiasaan kali ya.
kemarin nyoba2 pake jupie mx lawas punya teman.ternyata pedal persnelingnya merepotkan yg belakang ketinggian.yg depan mau dicungkil ternyata.gak masuk kakiku.apa kegedean kaki ya.
request mas.soal ergonomi.karena selama 3hr berburu cesi aku minjem jupiter z punya kawan.ternyata ergonominya sangat tidak nyaman.seta terlalu rendah.dan posisi footstep agak terlalu mundur.(masih standar dar dar )
berbeda dengan motor2 honda,suzuki dan kawasaki yg sekali nyoba langsung enak.motor2 yamaha butuh adaptasi lebih lama.(yg wes tak coba jupi z,mx,scorpio,vixion,byson,)
apa munkin karena aku agak tinggi(175cm),
tapi untuk motor cub banyak yang diganti dengan type 3 menggunakan footstep underbone mas, biar keren mungkin…
iya, saya juga paling suka yang ke dua, bisa jadi 2 alternatif,
tapi tergantung ama hoby juga kadang-kadang.
Bali Villas Bali Villa
nomor 2 tanpa (mengundangi)???
Kalau tuas persneling saya rasa kok beberapa motor agak kurang enak ya dipakainya. Misalkan Jupiter MX, Kayak kepanjangan gitu tuasnya, jadi posisi injekan untuk ke belakangnya agak jauh Jadi harus nyungkil. Padahal di Jupiter MX ini cukup keras loh nyungkilnya. Agak kurang nyaman lah…
Terus ada juga beberapa yang rata tuas persnelingnya dari depan ke belakang, padahal menurut saya paling baik itu Posisi injekan belakangnya agak di nunggingin, jadi ketika mau menggunakan injekkan yang kebelakang, kaki tidak perlu terlalu mengangkat.
suka yg ke 3,lbh enak aja kalau motor batangan,tp tergantung varianx juga (cruiser,high speed)
kalo saya suka tipe yg mencungkil
mataversnelinggak pernah ngitung pak de, tapi yang jelas sering salah injek karena gonta-ganti bebek ama batangan
http://2brk.wordpress.com/2011/02/09/suzuki-axelo-dan-estillo/
Wah cesey ane no 2,tapi kyknya bagian belakang terlalu dket mesin,jdi agak susah klo mau nginjek ke belakang
http://aiiefz.wordpress.com/2011/02/08/sebulan-bersama-casey/
@irfan

yang bener saja ah. kecuali sekalian footstep racing.
kecil, diinjek-injek ama ditendang lagi
@boss speed driver
benar, kayak orang megang rokok vs samsu, tapi gak ada apinya, ya dianggurin.
@hadi
tapi bebek rata-rata pake model 1.
@blognyamitra
nah ini dia orang kantoran yang seperti saya sebut di atas
@raiderobie
sama juga, sayang sepatu yah hehehe….
@Mercon C lagi Dilema
Oh iya Blade pake itu kok
@kilaubiru
pasang aja gimana? jadi semacam variasi.
@gaplek mania
Wah aku kemarin nyoba MX kok malah terlalu tinggi setangnya. Tapi sebaliknya kalo awalnya dari Yamaha ke merk lain juga perlu adaptasi, karena terlalu enteng stangnya. Motor Yamaha memang rata-rata rendah stangnya jika dibanding merk lain. Tapi sejak MX, Vega ZR & New Jupiter Z sudah tinggi kok.
@sijidewe aka snalpot99
keren cuma dari tuas persneling…
@Bali Property, bejo
sepakat
@Rizqibe
pernah nyoba RX King? seperti itukah?
@az147r
asal sepatunya mendukung.
@cak poer
GL Pro kan tipe 2
@Pak Bonsai
padahal sudah biasa gonta-ganti yah.
@aiefz
gunakan saja itu sebagai alternatif.
mampir sini bro, ada aplikasi keren nih,
http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/02/09/light-control-atur-pencahayaan-di-hape-mu-sesuka-hati/
hihi, sayang sepatu.
saya buanget
nitip oom
http://varioputiih.wordpress.com/2011/02/08/fintoni-shoes-review
ngintip maning…
absen doang
nitip gaan..
http://setiaonebudhi.wordpress.com/2011/02/10/aplikasi-symbian-untuk-dewasa-18-yang-belum-akil-baligh-dilarang-masuk/
kalau mau ganti yang gak cukit, spt gambar diatas bisa beli dimana ya ? motor ane tiger, tuasnya perseling pake model yg cukit
Pernah diulas di Motor plus, tapi udah lamaaa….