jump to navigation

Antara Cabe Dan Gelombang Cinta Februari 5, 2011

Posted by Maskur in ALAM, VIEW.
Tags: , ,
trackback

Cabelampot.jpg
Dua tanaman yang pernah menjadi “mahal”.
Gelombang cinta adalah tanaman hias yang tadinya tidak dikenal kemudian menjadi tanaman bernilai ratusan juta. From zero to hero kalo boleh kita sebut. Sekarang? Back to zero sepertinya. Itulah Indonesia, orang rela membayar mahal demi suatu trend

Cabe! Tidak dicinta, tapi selalu dicari. Bukan barang istimewa. Ora mbejaji. Tapi baru terasa pentingnya ketika tidak ada. Padahal cabe adalah rempah utama masakan Indonesia. Sampai ada istilah tobat sambal, yang mengacu ketika orang berkata tobat ketika kepedasan namun selalu ingin lagi dan lagi.

Cabe sempat menjadi sayuran pasaran termahal. 100 ribu sekilo! Barang mahal karena demand lebih tinggi dari supply. Karena jumlah cabe sedikit di pasaran. Karena gagal panen, karena hujan atau karena lahan cabe sekarang disulap jadi perumahan.

Andai tiap rumah menanam cabe di area rumahnya, di dalam pot, dibawah atap. Dimana tidak terpengaruh hujan, kemungkinan tidak akan terjadi krisis cabe. Kalo kang taufik punya kebun tambulampot, bagaimana kalo kita memulai dari yang kecil : CABELAMPOT. Cabe dalam pot! :mrgreen:

Posted by Wordmobi via Nokia 6120classic

Komentar»

1. arif rakhman - Februari 5, 2011

pakdhe, sekadar koreksi, maabhkeun kalo salah. kurang ‘Ribu’ untuk harga cabe termahal di atas.

2. kurniaprorider - Februari 5, 2011

Bedane gel.cinta bs bkin org kehlngan akal, Cabe bs bkin org mabuk kepayang!

3. #99 bro - Februari 5, 2011

saiki dodol lombok ta…

4. PB - Februari 5, 2011

wis nandur dw yen wayah lombok larang ora uwoh giliran lombok murah sampek abang kabeh,…….

5. ridertua - Februari 5, 2011
6. adicuzzy coolrider fixer - Februari 5, 2011

jemani oh jemani, bikin geger wae.,
sampe2 bupati karanganyar, mbokde rina bikin kota anthurium

7. elsabarto - Februari 5, 2011

aku kemaren dah tanam cabe tp gatot sebab tanamannya busuk kehujanan jd wajar klo mahal, supply-nya hampir gak ada sedangkan demand selalu ada

mas iki tower telkomsel hasil karyamu dudu? tower telkomsel mlenyek tadi malam di sukabumi cepogo boyolali :mrgreen:

8. snalpot99 - Februari 5, 2011

ga da cabe ga rame..

Cabe dehh

9. tiyo 2010 - Februari 5, 2011

Di daerahku Tegal sekarang harga cabe dah turun Pa’dhe,demikian juga dengan harga beras. Hal ini mungkin desebabkan karena stok yang berlimpah karena habis masa panen kemarin, btw, blog motor kok mbahas masalah cabe juga yak…..

10. gaplek mania - Februari 5, 2011

mpun mas.dirumah BTN(bayar tapi nyicil) saya yg cuma 6×4 meter.ada blimbing wuluh,rambutan,belimbing,kunir,jahe,cabe rawit,cabe keriting,jeruk purut,bengle,pepaya,singkong,sere,cincau.
beneran lo pak…hi hi hi

11. chryst - Februari 5, 2011

lha wong masalah’e iku pakde,…lombok aka. cabe butuh sinar matahari minimal 7 jam/hari…cmiiw…lha,nek nandur’e neng pot…ketutupan atap…mengko’ hasil’e yo gak isok maksimal…seng jelas iku…di dunia penanaman cabe,musim hujan = musim penyakit…mangkane harga cabe jadi PEDASSS…! btw…salam kenal buat semuanya…

12. cihanshans - Februari 5, 2011

Saya salut sama tetangga samping rumah walaupun pekarangan depan rumah luasnnya hanya 2×5 m ternyata bisa ada cabe, dari cabe rawit, cabe merah, cabe keriting, ada bawang merah, putih, bombay, ada sayuran dari sayur bayam, kangkung, col, sampe kentang sama jengkol juga ada, yang saya salut lagi bisa menyisakan tempat juga buat ikan lele sama ikan emas. Saking penasaranya selidik punya selidik lalu bertanya sama siempunya pekarangan , Bu kobisa komplit begini depan rumahnya? si Ibu menjawab, gampang de buat aja meja dari kayu buat dua tingkat, yang atas buat sayuran ama bumbu bumbu yang bawah buat ikan, trus tiap pagi2 buta belanja ke pasar sayur entarkan kalau habis subuh kan banyak ibu ibu beli belanja katanya …… ( ehehe ternyata tatangga sebelah warung jualan sayuran …… gaaaaaa lucuuuu kwkwkw )

13. Maskur - Februari 6, 2011

@arif
teriam kasih
maklum lagi mobile, dan di desa dengan sinyal XL yang kurang bagus.
@kurniawan
Cabe bisa bikin greng!
@Roso
wah belum
@Pb berarti musimnya hehehe..
@Ridertua
kebetulan bukan hehehe

14. Maskur - Februari 6, 2011

@Adi
sudah lewat si Jemari eh jemani , sekarang ke jerami saja
@Kang Elsa
di Cepogo? sepertinya bukan, selain bukan projectku, sepertinya itu dibangun lama yah
@Tiyo
blog motor? yakin?
@gaplek mania
top deh

15. Maskur - Februari 6, 2011

@chryst
info berguna
tapi kalo tanaman rumahan non-massal yang penting ada cabenya dan tetap pedas :)

@cihanshans
benar-benar nylekamin…bisa ditiru

16. pakbambangnunggangjaran - Februari 6, 2011

saya orang sudah tanam itu cabe en tosmat, bibit Rp 150 / buah

17. Bonsai Biker - Februari 6, 2011

bonsai cabe kikikikik

18. varioputiih - Februari 6, 2011

alah, cuma gertak sambal tuh. wkwkwk

19. blognyamitra - Februari 7, 2011

Nanem cabe nang ngarep omah, malah dicolong…


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.