jump to navigation

Motor Pelat Merah Desember 27, 2010

Posted by Maskur in MOTOR.
Tags: , , ,
trackback

Setiap melihat motor milik pemerintah yang ditandai dengan pelat nomornya yang berwarna merah, saya selalu bertanya-tanya dalam hati, kenapa tidak menggunakan motor yang dianggap sebagai motor produksi dalam negeri?

Dalam pikiran lugu saya, jika pemerintah punya itikad untuk memajukan industri dalam negeri, kenapa tidak mulai dari pemerintahan sendiri yang memulai langkahnya. Misalnya semua kendaraan dinas menggunakan merk Kanzen.

Ketika dulu Kanzen yang mengklaim dirinya sebagai motor anak bangsa, dan sedang gencar-gencarnya mempromosikan varian Taurus dengan beberapa modelnya, timbul pertanyaan juga, apakah pemerintah memang tidak mensupport sama sekali terhadap produk-produk dalam negeri.

Apakah karena pemerintah juga memikirkan merk dan mendewakan produk Jepang. Tidak juga! Karena motor dinas juga ada yang produk Cina. Belakangan saya mendapat informasi, sepertinya memang ada tangan-tangan lain yang sangat mempengaruhi pemerintah dengan kuatnya. Atau karena otonomi daerah sehingga pemilihan diserahkan masing-masing, jadi menggunakan sistem tender, yang menguntungkanlah yang dipilih.

Tak tahulah, ini hanyalah pikiran orang awam.

Komentar»

1. tafridefreez - Desember 27, 2010

1st

2. Joenet - Desember 27, 2010

Sebagai orang indonesia saya sebenarnya bangga jika Bangsa kita mempunyai produk otomotif sendiri… bahkan sekarang dengan bangganya saya memiliki pesona 5 produk dari kanzen yang luar biasa kuatnya… dikendarai oleh karyawan saya 2 kali/bulan perjalanan PP Banjarmasin-Balikpapan

3. snalpot99 - Desember 27, 2010

entahlah mas.. untuk BRI motor dinasnya udah bukan win lg tp old megapro (order khusus krna sharusnya dah ga dijual)
hayoo kenapa bukan kanzen

4. Triyanto Banyumasan - Desember 27, 2010

mungkin pemerintahnya fansboy jg…

5. TikunganLurus™ - Desember 27, 2010

mungkin pemerintah juga mikir aftersalesnya gimana,sparepartnya gimana,konsumsi bbm-nya gimana…

*asli jawaban ngawur :mrgreen:

6. uungferi - Desember 27, 2010

sugeng siang kang,…. empripun kabare

7. az147r - Desember 27, 2010

@tikungan lurus
itu mah bukan jawaban ngawur,tp jwbn sesuai realita yg ada hehe…

8. Kang Jo - Desember 27, 2010

Kanzen kan ada hubungannya dengan Rini Suwandi, sedangkan Rini Suwandi dekat dengan Megawati, Megawati Ketua Umum PDIP, PDIP adalah oposisi dari Pemerintahan sekarang… jadi yo maap aje sudah garisnya Partai yang berkuasa tidak akan memberi jatah apapun kepada Oposisi….. dan efeknya bisa seperti Kanzen ini… tidak itu saja, siapapun yang berkuasa akan mengganti petinggi BUMN dengan orangnya… biar kalo ada dana siluman bisa masuk ke kas partai penguasa….

Jadi bukan masalah produk dalam negeri ato bukan tapi penguasa melihatnya dari “menguntungkan kantong apa Nggak”….

9. Dismas - Desember 27, 2010

Iya, ya harusnya pake motor dalam negri…

10. maRio - Desember 27, 2010

yang make juga kan pingin eksis gan…kalo perlu harley or ducati di bikin plat merah xixixi

11. Mercon C a.k.a Mercon Mretelli - Desember 27, 2010

viar gimana nih? vixR kan mantep juga tuh :roll:

12. aanhamzah - Desember 27, 2010

soalnya dananya gedhe… :D
n gengsi klo pake produk dalam negri.

13. #99 bro - Desember 27, 2010

presiden R1 plat abang.

14. mas-Giy - Desember 27, 2010

Begini mas…
jika pemerintah Indonesia berani mendukung program monas (motor nasional) atau mobnas (mobil nasional) seperti Malaysia, “bantuan” dari Jepang bisa ilang…
dan akibatnya jalan raya ribuan km tidak mendapat anggaran untuk pengaspalan.

Kenapa? karena “bantuan” dari Jepang memang diprioritaskan untuk pembangunan jalan agar Honda, Yamaha, Suzuki, dan semua produk otomotif Jepang ngglundhung dengan lancar di Indonesia.

Jadi sampai ganti presiden 40 kali-pun gak bakalan ada program monas atau mobnas….kecuali kita punya presiden yang berani bertindak radikal dalam menentukan kebijakan ekonomi dan politik luar negeri.

15. Tiyo 2010 - Desember 28, 2010

Adalah hil yg mustahal bagi Pemerintah menjadikan mobnas & motnas utk kendaraan dinas krn terlalu banyak kepentingan yg ‘bermain’ dibalik kebijakan ni, sebut saja mulai dr pembuatan proposal, tender, lelang, etc,

Maskur - Desember 28, 2010

Hhhhh…baru sempat mbuka-mbuka koment nih..tenyata udah banyak juga.
@Joenet.
Wah Pesona 5 itu Kanzen yah, gimana tenstimoninya? tentang perawatan, suku cadang dsb. apa bisa subtitusi merk lain? Honda Supra misalnya, kan bentuknya sama?
@Nurhidayat.
Masih ada yang pesan motor dinas sport to? setahuku sekarang semuanya bebek.
@kang Jamin
tepatnya yang megang keuangan.
@Rahmat.
Sepertinya enggak ah, kan anggarannya katanya berlebih-lebih… :evil:
@Kang Uung
baik, dirimu bagaimana?
@Kang Jo
Oooo begitu yah, aku kurang memperhatikan masalah politik, Jadi masalah partai mengalahkan masalah negara yah. pantesan negaranya ancur-ancuran gini.
@Dismas
benar, memberi contoh lah minimal.
@Mario & aanhamzah
Eh..kalo pemda kayaknya dengan pelatnya yang merah itu sudah Eksis dan bergengsi namanya.
@mas-Giy
Nah ini dia ternyata. Kita ternyata di jajah dan disetir kehidupannya.
Kita akan dijajah terus jika pemeritatahannya lembek seperti sekarang ya.
@Tiyo
Berarti suppliernya juga ada semacam menyogok ke pemerintah. Karena Kanzen itu pabrikan kecil, sogokannya kurang, jadi kalah tender. Begitukah?

16. Darmawan - Desember 28, 2010

ATPM jepun yang ngasih harga miring plus bonus upeti dipastikan menang tender deh hehe

17. blognyamitra - Desember 28, 2010

After sales service masih jadi pertimbangan ketika membeli kendaraan.Contoh utk kendaraan roda 4 hampir semua institusi Pemerintah pake produk Toyota (Avanza, Innova, Camry). Itu info yang saya dapatkan dari rekan yang bekerja di bagian logistik institusi Pemerintah.

18. ridertua - Februari 25, 2011

cari nyang bermerk duongggggg :)

19. Elwi - Februari 25, 2011

Yakin pak, kanzen produk dalam negeri ?


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.