jump to navigation

Tentang Polisi Oktober 28, 2010

Posted by Maskur in VIEW.
Tags: , , ,
trackback

Polisi, petugas yang satu ini kok kenapa ketika muncul di berita adalah yang buruk-buruk, kelakuan negatif, tukang minta upeti, tukang nyari kesalahan dll. Padahal yang baik juga banyak. Tahukah anda jawabannya?

Jawabannya adalah : Jika polisi baik, itu adalah seharusnya, sudah menjadi tugasnya, jadi normal-normal saja, tidak menarik untuk diberitakan. Jika dia buruk, maka itu adalah sesuatu yang keluar jalur, menarik untuk dibahas.

Tentang polisi, saya belum pernah punya pengalaman negatif. Saya di jalan sering dicuekin polisi malahan. Jika pernah kena tilang, saya akui itu memang saya yang salah. Polisi-polisi yang saya kenal (keluarga, sodara, teman) rata-rata berkelakuan baik.

Ketika di Jakarta, saya salut dengan polantas yang mengatur lalu lintas. Pagi-pagi dia ada di perempatan Mampang, siang di perempatan Duren Tiga, malam di perempatan Imigrasi. Mereka polisi yang bermandi polusi.

Hmmm, terlalu serius, saya sebenarnya hanya sedang mengingat artikel Oom Benny dan membandingkan dengan foto yang saya dapat di Boyolali ini:

Bapak petugas ini menggunakan motor 2 tak Yamaha Super Deluxe. Sekilas tampak terawat, beliau juga berjalan di sebelah kiri, santai dan selalu diovertake bahkan overlap kendaraan lainnya.

Kira-kira dari clue itu, sifat bapak yang satu ini bagaimana ya? :)

Komentar»

1. bennythegreat - Oktober 28, 2010

sabar dan pasrah..lha gimana mau ngebut..motornya segitu doang…xixixi..

ttg polisi, image ane selalu jelek, soale pengalamannya juga selalu jelek..dari mulai nendang spakbor sampai adu mulut itu sering kejadian oom..

barangkali polisi di jateng lebih beradab ketimbang polisi jakarta???

2. Shark - Oktober 28, 2010

setuju dengan benny, kenapa kalo polisi disini (jabodetabek) lebih menonjol image buruknya dari pada baiknya (ngayom)

3. ladygagap - Oktober 28, 2010

wah,nek kae,polisi jujur yae,,,,,,,,mtornya jg mtor jaman ora enak hehehehe,tp emang sdh menjadi rahasia umum,kalo kebanyakan polisi ‘seneng’ duit,jd ap2 bs jd sumber penghasil uang,ap lg polantas,tp knapa ya polisi kdang ‘pekewuh’ kalo mo nilang biker cwe????yg ad cuma diperingatin doank

4. kompor - Oktober 28, 2010

setuju dengan om benny..saya juga pernah dianiaya sama polisi..

5. haicy - Oktober 28, 2010

di jateng beradab apa Om Ben, kemaren saya ditilang gara2 melanggar lampu kuning kok, pas minta surat tilang dia gak ikhlas nulisnya gitu, dia nakut2i nanti di sidang bisa habis 250 rb, katanya d suruh damai di situ ckup byar 100rb aja…ya aku emohh, mending uang buat negara aja daripada buat Pak Sibagairang

doakan saya divonis ringan ketika sidang ya..hehehe

6. Tiyo 2010 - Oktober 28, 2010

Kalo saya sih slalu brusaha mnghindar supaya ga da urusan dg polisi, caranya taat thp praturan pmerintah, safety dlm brkendara, mlengkapi diri dg piranti kslamatan ktika brkendara

7. Adi - Oktober 28, 2010

Ayo berbenah pakpol :D

8. ardhinugros - Oktober 28, 2010

jadi inget pak pol yang sering ke kantor saya mengajukan pencairan dana.. Beliau berdua di bag keuangan polres.. Kesannya rendah hati..

9. mercon c - Oktober 28, 2010

wah, kalo saya benci ama polisi yang nilang saya :mrgreen:

10. teaser - Oktober 28, 2010

dari semua polisi, yang paling kubenci cuma lakalantas. Kalo yang lain kan biasanya pelanggaran/salah kita sendiri (walo kadang di cari2). Tapi kalo bagian lakalantas orang paling hina dina sedunia, sudah orang celaka masih juga dipalak. (pengalaman pribadi)

11. blognyamitra - Oktober 28, 2010

gambar terakhir, motornya gak pake spion :D

12. kurniaprorider - Oktober 28, 2010

Yg plg kubenci adalah polkissmyass yg ….

13. Dani Ramadian - Oktober 28, 2010

Tetepppp…
Ada yg baik dan ada yg buruk…
Semua profesi pasti ada “oknum”nya
Bahkan pemuka agama-pun juga ada
oknumnya…

Saya sendiri punya pengalaman yg baik
dan buruk dgn pak Pol ini…
Baiknya :
Tahun 90 ketika kuliah, motorku HSC700
ditangkap pak Pol. Dinaikkan pickup trus
dibawa ke kantor polisi. Bahkan sampé
8 bulan motor itu disana. Bayangkan
kondisi motornya…
Sementara kalo aq pulang ke rumah beralasan
di pinjam teman dan ijol²an. Setelah punya
uang (ngumpulkan uang n utang²) aq nyari
motor n skaligus pak Pol yg nilang.
Walahhh….
Motorku ternyata nggak ada ndik parkiran
kantor Pol itu. Bingung setengah mampus
aq. Setelah tanya kesana-kemari, akhirnya
ditunjukkan sebuah nama. Tak cari nggak ada,
tapi setelah tak hub, beliau ngajak ketemu
soré hari pas pikét. Sorénya ketemu orangnya
skaligus motorq. Pangling pol. Bayangkan,
SuperCup700-q yg asliné gak karu²an (gak ada
spakbor depan, belakang, knalpot plong, dan
ke-kemprohan lainnya)…hari itu aq lihat
mulus ada dek putih plus lampu kota khas
SC700 dan lampu²nya pada nyala semua…

Ketika beliau tak tanya, bilang terserah
untuk biaya penggantiannya (setelah lihat
KTP n Kartu Mahasiswa). Dengan berat hati,
saat itu aq bilang trima kasih dan “cuma”
bisa mengganti perawatan tersebut sebesar
30ribu. Beliau lgsg masukkan ke saku clana.
Aq takut kalo dilihat beliau marah…
Alhamdulillah enggak.
Akhirnya ya tak tuntun keluar trus tak bawa.
Senengnya aq saat itu…motor kembali tak
paké, ke ésokan harinya lgsg tak bawa pulang
ke rumah untuk menampakkan ke ortu. :)

Buruknya :
Kurang lebih sama. Malah kalo kelihatan kita
agak mbandel n mbantah dia juga tambah sok²an.
Aq sudah ngasih uang, meski memang sedikit,
dia minta tambah, ya nggak ada. Akhirnya di
kampus aq punya teman seorang anggota PASKH*S.
Tak suruh ngambilin SIM n STNKq…
Gak sampé se-jam, semua sudah balik ke aq…
Sip tenannn….

Jadi intinya…
Semua makhluk di bumi yg disebut manusia,
ada baik dan buruknya…tidak terkecuali
Aq yang kadang ngawur dalam ber komén…. :)

14. Triyanto Banyumasan - Oktober 28, 2010

Ngenyek kabeh, dikampungku ada polisi juga ustad [soalna rajin ibadah dan deket sama pak kyai]…. @ngalem wonge dhewek
di jakarta, bogor dsk nemune sing ra nggenah

Maskur® - Oktober 28, 2010

@Benny, shark, kompor, haicy
Sebenarnya image buruk itu ada dimana-mana. kalo polisi jakarta juga ada kebaikannya, seperti aku tulis di atas:

Ketika di Jakarta, saya salut dengan polantas yang mengatur lalu lintas. Pagi-pagi dia ada di perempatan Mampang, siang di perempatan Duren Tiga, malam di perempatan Imigrasi. Mereka polisi yang bermandi polusi.

@ladygagap
mmm mungkin wanita dianggap bawel

@Tiyo 2010
like this

@mercon C & teaser
heheheh…rata-rata memang begitu

@Pak Mitra
seingatku ada spionnya. sepertinya tertutup jaket itu.

@Cak Wiro
wah, bagus

@Kang Tri
Masa sih, desa mana? kecamatan mana? kabupaten mana? :)

15. Wong Banyumas - Oktober 28, 2010

kalo yang ini jelas BUKAN POLISI ALAY….!!!

16. Wong Banyumas - Oktober 28, 2010

Kapolsek Purwokerto Timur Isfa Indarto SH MHum, polisi yang juga dai lumayan kondang di Banyumas…

Maskur® - Oktober 28, 2010

@kang Chuby
wah, kereeen, aku tidak tahu

17. hadiyanta - Oktober 28, 2010

banyak banget yg mati matian pingin jd polisi. bahkan ada yg sampe stress. memang berat kalau kita dicoba ALLAH dg diberi kekuasaan spt polisi. berat untuk tdk menyelewengkannya.

18. hadiyanta - Oktober 28, 2010

kmrn kapolda diy di koran bilang. kalo lihat polisi tidak ramah. tdk senyum. disuruh motret. yuk lomba spyshot polisi yg tdk ramah.

19. ocho99® pilot ROBOT OMPONG - Oktober 28, 2010

polisi di boyolali memang baik baik.
saya buktikan sendiri waktu ikut saka bhayangkara di boyolali.

Maskur® - Oktober 28, 2010

@pak Hadi
iya memang begitu, katanya ada yang harus menyiapkan dana 50 juta ke atas

@ocho99®
Wah kurang tahu juga, semoga saja benar demikian.

20. sijidewe aka snalpot99 - Oktober 28, 2010

@mas maskur : mungkin bukan katanya lg mas, temen2 yg jd polisi tak tanya semua min 70 juta, yg dbawah 70jt trakhr tmen stm 55jt masuk thn 2003/04

Maskur® - Oktober 28, 2010

@Nurhidayat
aku bilang katanya karena sodaraku bisa masuk dengan murni.

21. adicuzzy coolrider asli - Oktober 28, 2010

polisi…
Ibuku sangat anti sama polisi sampe2 bersumpah anaknya gak boleh jadi polisi..,

22. ahsanfile - Oktober 29, 2010

Deneng komenku nang kene ilang yah ?
mlebu spam yah mam ?

23. ILIKEMETAL « Ahsanfile's Blog - Oktober 29, 2010

[...] adalah tulisan yang terpasang di tembok rumah seorang anak guru sewaktu aku SD. Aku bersama kakaku ini hampir selalu melihatnya kalau berangkat dan pulang jumatan [...]

24. Harjo - Oktober 29, 2010

Polisi ada yg baek ada yg ugal2an jg, main pungli seenaknya,
tanya kenapa……….?
SEJAUH YANG SAYA TAHU, MAU JADI POLISI ATAU TNI HARUS PAKE UANG BANYAK, PULUHAN SAMPAI RATUSAN JUTA BRO…. MASUK AKPOL SEMARANG, SIAPKAN MINIMAL 150JUTA (MUNGKIN BELUM CUKUP)
TAHUN KEMAREN SEPUPU SY MASUK TNI AU TAMTAMA, HABIS 65JT, PENEMPATAN HABIS 25JUTA, TANPA UANG MANA LULUS UJIAN WALOPUN BISA…
SODARA SY YG UDAH DI MARINIR, BIAR BISA MASUK JADI TENTARA GARUDA YANG KE LEBANON 2006, HARUS BAYAR 30JT….
BEGITULAH POTRET SUMBER APARAT KITA, JADI KALO MENGHARAPKAN APARAT BERKUALITAS N BERSIH, YA…MASIH MIMPI …

25. anton - Oktober 29, 2010

semua yg melanggar aturan adalah ‘oknum’ bro…
kita g bisa menilai instansi terkait adalah bobrok(walaupun kenyataan demikian)
semoga instansi yg seharusnya melindungi, mengayomi kita akan lebih baik kedepannya

26. pakbambangnunggangjaran - Oktober 29, 2010

amit-amit jabang bayi anak puthu ojo dadi polisi

27. kang_ulid - Oktober 29, 2010

hidup polisi!

28. semendo - Oktober 30, 2010

sebenarnya cermin polisi paling langsung itu benar adalah polantas, maka bagaimanapun prestasi polisi masyarakat menilai bagaimana sikap polisi di jalan raya :)

viva Indonesia police!

29. Sastro - Oktober 30, 2010

Itu dia, bukankah karena nila setitik rusak susu satu tangki kan mas.
Salam


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.