jump to navigation

Pedagang Gilo-Gilo Semarang Oktober 24, 2010

Posted by Maskur in MAKANAN.
Tags: , , ,
trackback

Seperti biasa, hari minggu ngomongin makanan. Kali ini tentang penjual makanan dan jajanan campur-campur khas Semarang yang dikenal dengan nama Gilo-gilo. Tentang ini sudah pernah saya singgung di artikel jadul yaitu Semarang (Part 2) : Simpang Lima (silahkan dikunjungi, masih sepi :mrgren:)

Kurang tahu artinya sebenarnya apa, tapi sepertinya (hanya asumsi saya jadi CMIIW) berasal dari kara “gi lho” yang merupakan transformasi dari “iki lho” yang artinye “ini lho”. Jadi penjualnya ingin membuktikan eksistensi diri bahwa “ini lho makanan dan jajanan yang anda cari”.Saya sering membeli makanan di pedagang gilo-gilo yang ada di depan Masjid Baiturahman Simpang Lima. Saya seringnya membeli buah semangka, karena biasanya baru saja dibelah jadi masih segar, beda dengan penjual rujak yang semangkanya sudah agak layu karena sudah dikupas dan diplastiki.

Apa saja yang dijual mbah-mbah di gerobak gilo-gilonya? Cekidot gan :mrgreen:

Seperti terlihat dari foto di atas, isi gerobak Gilo-gilo terdiri dari kue-kue tradisional dan buah-buahan. Buahnya diantaranya :  nanas, pepaya, bengkoang, melon, semangkan dan pisang.

Sedangkan makanan-makanannya : pisang goreng, singkong goreng, jadah goreng, bakwan, martabak pasar, bakwan, onde-onde, molen pisang, bolang-baling, tahu goreng, tahu isi, tahu petis, nagasari, sate kerang, sate telur puyuh, beberapa macam kerupuk dan masih ada yang lain. Cukup banyak bukan.

Jadi, kalo misal anda ke Semarang. Sekali kali cobalah jajanan pinggiran ini. Karena hanya terdapat di Semarang. Memang tidak elit dan terkesan kumuh, tidak elit, terlihat kurang higienis. Tapi buat perut pinggiran seperti saya kok tidak pernah menyebabkan masalah.

Komentar»

1. nick69coolrider - Oktober 24, 2010

Pueerrtamaaaax

2. alrozzzi coolrider 2 - Oktober 24, 2010

:mrgreen: waagh, jadi inget kebiasaan tiap ahad pakdhe… biasanya saya ke Pasar Bantul cari makanan tradisional semacam onde-onde, serabi, lumpia, gatot, dll…
:arrow: nawarnyapun gak pernah di tawar! karena saya yakin harga dari pasar (apalagi yang meramu rakjat ketjjil), pasti kasihanlah kalau pakai tawar2 segala…

3. nick69coolrider - Oktober 24, 2010

Wah,mantaff
Langganan ku dulu dibarito pake gerobang keliling,
Tp lbh bersih dr foto diatas

4. nick69coolrider - Oktober 24, 2010

Semarang yg paling aku sukai soal makanan adl bandeng presto nya :mrgreen:

5. Tiyo 2010 - Oktober 24, 2010

Dah lama ga ke Semarang ni, dulu sering banget kesana krn adiku kuliah disana, kalo minggu pagi jjl ke simpang lima, wuih…ada pasar tiban, siang hrine makan nasi kucing depan masjid, bisa abis 3 bungkus, mantap…:-/

6. Triyanto Banyumasan - Oktober 24, 2010

absen, bar nyarap getuk lindri

7. ahsanfile - Oktober 24, 2010

Mantese enak mam…

8. asmarantaka - Oktober 24, 2010

gimana kalo kopdar di Gilo2??..xixixx :mrgreen:

9. alex - Oktober 24, 2010

wah klo ke semarang mantap nya beli lumpia…enk bgt

10. cak poer - Oktober 24, 2010
11. elsabarto - Oktober 24, 2010

wah menu berimbang, dari gorengan sampe buah-buahan

favoritku singkong goreng, mantabh..

12. bejo - Oktober 24, 2010

lupis +onde onde, kripik pisang asin

13. Wong Banyumas - Oktober 24, 2010

tak kira gilo-gilo kue gemblung-gemblung kang…

Maskur - Oktober 24, 2010

@Alrozzi
kalo aku minggu pas di semarang ke Simpang Lima Sunday Market, banyak makanan tradisional dan langka

@Nick
Mmmm yang aku tahu rata-rata seperti itu gerobaknya, kalo tempatnya memang di pinggir jalan.
Kalo bandeng presto itu termasuk makanan mahal/tidak merakyat. (maksudnya yang ada di jalan pandanaran)

@Tiyo
2 bungkus karena porsinya kecil. lha namanya aja nasi buat kucing :cool:

@Lingga
maksdunya mborong gilo gilo? boleh juga

@Alex
loenpia itu juga termasuk bukan kelas atas (yang di toko pusat makanan khas maksdunya)

@Kang Elsa
yah begitulah, khas banget

@Kang Chuby
wah harus mengubah pola pikir. kalo yang itu banyak di bangsal Sakura RSU Banyumas

14. bennythegreat - Oktober 25, 2010

ini yang mbikin kangen pulang ke solo..ternyata di semarang juga ada yaa

15. touringrider - Oktober 25, 2010

saya kalau wisata kuliner seringnya malam mas maskur. habis gitu Ngopi di cafe…??? yg deket ama Guest House Undip. saya biasanya tidur situ.

16. Slamet Sutrisno - November 10, 2010

Alah Mas, tulisan ini membuat saya terlempar pada kenangan masa lalu, antara tahun 1982 sampai 1984. Saya kuliah di Akubank Semarang, yang waktu itu kampus utamanya di Mugas debelakang POM Bensin Mugas. Saya dan temen-temen kost kurang lebih 100 meter sebelah barat kampus. Saat itulah saya kenal Gilo Gilo. Masih terbayang lampu minyak tanah yang terbuat dari kaleng cat dan berasap hitam itu. Teriakan gilo gilonya terdengar jelas dari jarak 25 meter. Seringnya saya beli telo godog sama pohung (singkong) goreng. Ini bukan hobby… tapi cari yang harganya paling murah. Eh… salah… harganya sama, cuma telo godok dan singkong goreng ini potongannya gede-gede. Biasanya Mas Gilo Gilo ini nongol habis Isya’. Kalau pagi kami juga sering sarapan bubur yang terbuat dari tepung maezina dan dicemplungin telo dipotong segi empat kecil-kecil. Karena menurut bayangan kami bubur ini seperti makanan jaman penjajahan, kami
menamakannya “Bubur Jepang”. Kalau makan siang biar murah menunya nasi putih, sayur nangka sama tempe mendoan.Semarang…..Semarang

17. bagus - Desember 1, 2010

wah rugi gak beli ginian. biar grobakan yg penting ciamik oiii. mau kaya, mau miskin gak majalah.dari pada makan d resto gak mungkin ada jadah, mentho plus sate kerang. apalagi sama doi pasti asik. gak harus yg elit2 yg nomer satu. grobak pun juga nomer satu.

18. surya - Maret 31, 2011

arem arem…+ pia pia jaman pulang stm 4 semarang………. jd kangen sipss

19. dokunimus - Desember 16, 2011

Khas semarang tenan lah kuwi gilo gilo.


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.