jump to navigation

Jajan Pasar Di Semarang Oktober 10, 2010

Posted by Maskur in MAKANAN.
Tags: , ,
trackback

Hari minggu memang cocoknya membahas makanan lagi. Kali ini jajanan tradisional.

Suatu pagi saya berjalan ke sebuah pasar tradisional kecil yang ada di daerah Kemuning. Setelah mendapatkan apa yang saya cari, saya melihat ada penjual makanan tradisional yang sedang dikelilingi pembelinya, tampaknya laris sekali.

Sayapun mendekat dan melihat makanan apa saja yang dijual oleh sang ibu penjual makanan tersebut. Tak lupa saya juga menanyakan nama-nama makanan tersebut, namun tidak ingat seluruhnya.

Berikut penjelasannya:

  1. :?: Berbahan dasar singkong, dibuat seperti kue lapis.
  2. :?: Berbahan dasar singkong, dibentuk lingkaran pipih dan dibagian tengah diberi gula jawa.
  3. :?: Gendar yang diberi warna hijau.
  4. Getuk.
  5. Mata Roda (istilah Banyumas, istilah Semarang beda lagi), terbuat dari tepung singkong, bagian tengah dari pisang.
  6. Ketan diberi warna biru.
  7. Ketan Bubuk, pasangannya adalah B.
  8. Ketan Juruh, pasangannya adalah A.
  9. Sawut, kalo di Banyumas namanya Gesrek, singkong yang diparut kasar lalu dikukus dan dicampur ampas kelapa.
    • A. Ampas kelapa yang dimasak dengan gula merah, untuk campuran Ketan Juruh
    • B. Bubuk kedelai yang gurih, untuk campuran ketan Bubuk.
    • C. Gula halus.

    Karena ingin mencoba semuanya, saya pesan sedikit-sedikit:

    Ketan Bubuk memang nikmat, apalagi ini bubuknya terasa gurihnya. Ketan juruh juga gurih bercampur manis. Ketan yang biru sebenarnya rasanya sama dengan yang putih cuma beda warna saja. Sawut/Gesrek dimakan bersama ampas juga nikmat.

    Yang ini semua dimakan bersama ampas kelapa. Walapun bahannya ada yang sama namun cara pembuatannya yang berbeda menghasilkan rasa yang berbeda pula.

    Untuk 2 bungkus makanan campur-campur tadi saya hanya membayar 3000 rupiah dan perut langsung kenyang.

    Sayangnya makanan-makanan tersebut terancam punah, terdesak oleh makanan lain yang berujud kue-kue buatan toko roti atau bakery. Anak-anak sekarang sepertinya sudah tidak mengenalnya. Jadi salah satu tindakan kita sebagai wujud perduli adalah dengan mengenalkannya kepada anak-anak kita.

    Kalo perlu, biar tidak punah, datangi pembuatnya, catat resepnya, dokumentasikan proses pembuatannya dan yang pasti…tulis artikelnya :mrgreen:

    Komentar»

    1. Cyber™ - Oktober 10, 2010

    Pertamax… :mrgreen:

    2. Cyber™ - Oktober 10, 2010

    Premium… :mrgreen:

    3. Cyber™ - Oktober 10, 2010

    Yang no 5 di banjar itu “putri noong” :D

    4. Triyanto Banyumasan - Oktober 10, 2010

    ana ciwel, cenil?

    5. snalpot99 - Oktober 10, 2010

    ana cenil ura mas? :D

    6. ladygagap - Oktober 10, 2010

    walah bikin ngeces n inget kampung halaman

    7. hadiyanta - Oktober 10, 2010

    aku kangen panganan jenenge ONGOL-ONGOL

    8. yponk - Oktober 10, 2010

    Duh…..ngliat jajan2 itu sy jd trasa hambar ngopi hanya ditemani rokok. Coba ada salah satu jajan diatas sbg peneman ngopi pst lbh maknyus hehehehehe

    9. dnugros - Oktober 10, 2010
    10. Maskur® - Oktober 10, 2010

    @PAk Hadi
    Ongol-ongol? yang kayak apa yah

    @cyber
    weh, ada juga

    @nur n kang tri
    cenil n ciwel di sini: http://maskurmambangr.wordpress.com/2010/04/21/ciwel-karo-cenil/

    11. Cyber™ - Oktober 10, 2010

    Itu semua yang difoto juga ada pakdhe cuma gak tau nama semuanya aja… ;)

    12. asmarantaka - Oktober 10, 2010

    asli mantap nih jajanan..ane masih kerap nemu dipasar Ungaran :mrgreen:

    13. dismas not dimas - Oktober 10, 2010

    Ada klepon and klanting ga ya? :D

    14. Bonsai Biker - Oktober 10, 2010

    tak jauh beda yo makanan di semnarang dan magetan mas bro pake De

    15. xxl123 - Oktober 10, 2010

    nyam nyam nyam :D

    16. touringrider - Oktober 10, 2010

    enak… mantab jaya..hehehehe..
    =====
    nitip jualan mas..
    http://touringrider.wordpress.com/2010/10/10/first-impression-riding-klx-150-s/

    17. Arif rakhman a.k.a Penerjemah - Oktober 11, 2010

    pakdhe, itu yang di foto pertama kayaknya gak nyaman difoto tuh :mrgreen:

    Maskur® - Oktober 11, 2010

    @Cyber
    sama aku juga nggak tau namanya

    @Lingga
    Ungaran – Semarang = satu genre

    @Dismas
    Klepon nggak terlihat di sini

    @MR. B
    Semarang-Magetan kan masih jawa juga, dekat lagi, wong di Banyumas juga hampir sama kok

    @Arif rakhman a.k.a Penerjemah
    Nggak nyaman? di anggak tau kalo difoto kok

    18. adicuzzy coolrider asli - Oktober 11, 2010

    neng solo malah ono sing adol neng swalayan sami luwes dhe..ketan,cenil,klepon,sawut

    19. dhuwur - Oktober 11, 2010

    wah sing warna biru stabillo medeni,,

    20. Butik Baju Bali - Maret 16, 2011

    Wuih, kayaknya enak banget nih.

    Baju Bali Murah


    Balas Komen

    Fill in your details below or click an icon to log in:

    WordPress.com Logo

    You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

    Twitter picture

    You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

    Facebook photo

    You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

    Connecting to %s

    Ikuti

    Get every new post delivered to your Inbox.

    Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.