jump to navigation

Honda Blade Impression September 24, 2010

Posted by Maskur in MOTOR.
Tags: , , ,
trackback

Ketika tiba di Semarang sore hari, saya memang berencana ikut ke Kopdar yang sudah di infokan Dhuwur dan Lingga. Karena biasanya sampai malam saya nggak enak kalo minta di jemput mobil kantor. Akhirnya saya meminjam motor milik salah satu driver kantor.


Motor yang saya pinjam adalah Honda Blade motif Repsol. Motornya yang katanya sudah mau facelift, namun saya baru bisa mencobanya sekarang.

Karena terbiasa naik Gelombang di Langit lalu harus naik Belati, tahap awal adalah sedikit adaptasi. Agak kagok, karena ingatnya setelah mesin hidup, langsung gas. Juga stang kiri yang kosong karena biasanya aktif dengan rem belakang. Untungnya rute adaptasi ini ada di komplek perumahan, jadi tidak banyak bahaya.

Membaca review-review tentang motor ini, katanya seperti bebek Yamaha. Namun setelah mencoba sendiri, ternyata berbeda. Semula saya membayangakan akan persis seperti naik Jupiter Z. Berikut hal yang saya dapatkan ketika mencoba Belati ini:

  • Postur stang tinggi (Jupiter Z lebih pendek)
  • Pegangan stang seperti Honda pada umumnya, ringan. Namun stang lebih nekuk ke dalam persis Revo 100 (kalo bebek Yamaha pegangannya lebih mantap).
  • Tarikan awal galak (mirip bebek Yamaha). Namun terasa enteng, entengnya mirip banget dengan Supra X 125.
  • Perpindahan gigi rapat, menjadikan akselerasi cepat naiknya.
  • Gigi satu nafasnya terlalu pendek.

Setelah jalan 300 meter di kompleks, akhirnya sudah mengembalikan ingatan saya tentang naik motor bebek. Akhirnya keluar jalan raya, sudah siap mental dan skill. Masuk jalan Sudirman Semarang, lanjut jalan Sugiopranoto sampai Tugu Muda, sudah lincah main sruntulan selap-selip dan salip-salip, dengan tetap mematuhi aturan tentunya. Kalo nyalip jangan lupa menyalakan sein!

Di jalan Sutomo (arah RS Karyadi) sempat adu balap di trek lurus dengan GL Pro, lumayan imbang. Karena lalu lintas lumayan ramai, saya minggir saja.

Naik jalan daerah Gajahmungkur (jalan Veteran) yang menyajikan tanjakan dengan tikungan yang bisa dilibas dalam kecepatan tinggi. Motor ini enak sekali buat agak rebah. Dulu saya pernah di rute yang sama naik Supra Fit, tidak seenak ini. Sampai Taman Diponegoro yang mengharuskan putar balik, juga mantap di lewati.

Selanjutnya melewati Akpol dan Kaliwiru, melewati ada 2 lampu merah. Saya coba ngetrek, ternyata bisa mengimbangi Mio-mio milik anak-anak muda. Setelah Jatingaleh, ketemu lagi dengan tanjakan dan kelokan, namun dengan kondisi lalu lintas yang ramai. Tetap nyaman buat selap-selip.

Masuk kawasan Ngesrep (patung kuda ke timur), lho kok macet. Akhirnya melakukan manuver seperti halnya naik motor di Jakarta. Selap-selip, kanan-kiri, tapi tidak naik trotoar, karena tidak ada trotoar :cool:  Ingat!!!tetap kasih kode sein ketika selap-selip.

Sedikit capek saya masuk ke SPBU Sumurboto untuk isi bensin. Ketika membuka bagasi, baru tahu ternyata bagasinya kecil

Setelahnya, ketemu dengan yang lain lalu Kopdar.

Pulangnya saya sampet mencoba top speed di depan Pasar Bulu sampai depan penjara, mumpung sepi. Saya baru sampai 90 km/jam sudah ketemu jalan bekas tambalan, otomatis saya melambat. Apalagi sampai tugu Adipura, sudah tidak bisa kebut-kebutan lagi. Sepertinya kalo treknya lebih panjang, masih bisa nambah lagi.

Yang enak dari Honda Blade ini adalah perpindahan giginya mulus, tidak terasa ngedrop.

Kelupaan mengenai nilai minusnya. Kekurangan motor yang saya pinjam itu adalah bodynya sudah bergetar, padahal umurnya belum sampai 2 tahun. Apakah AHM belum memperbaiki kekurangan produknya?

Demikian first impression saya (yang bukan biker) tentang motor ini.

Komentar»

1. snalpot99 - September 24, 2010

blade pake pertamax

2. Propus - September 24, 2010

jlantah!!!

3. Propus - September 24, 2010

lampu & front fender sporty yg bikin penjualan ndlesep, inferior banget dibanding abs. revo

4. Dani Ramadian - September 24, 2010

Aq kok biasa aja ya bro
ganti² dari CS1 ke HSX125 dan Beat.
Malah sama Tongsam tempo hari juga
jalan²nya nggak slalu paké CS1….

5. Bonsai Biker - September 24, 2010

weh raja bedug banyak motor ya

6. nick69 - September 24, 2010

^
Hahahaha

7. cak poer - September 24, 2010

Blade yang versi repsol ini spek-nya aga beda mungkin ya dgn blade-striping biasa, any body know?

“….sempat adu balap dengan gl-pro…lumayan imbang…..”

he..he..”keponakan” kok berani lawan “pak-dhe” nya tho? mengko kuwalat lho xixixixi :mrgreen:

8. PB - September 24, 2010

belum pernah nyoba………

9. blognyamitra - September 24, 2010

“tapi tidak naik trotoar, karena tidak ada trotoar”

kalo ada trotoar gmn pakde ??? :)

10. terong gosong - September 24, 2010

jiakakak rute inyong berangkat kuliah kui…. :mrgreen:
tembalang…. hmmm dulu sempat kesengsem sm dokter praktek di samping warung bu lurah… tp terus dibongkar pindah tuh… xixixixi

11. Maskur® - September 25, 2010

@Propus
Senasib dengan Arashi

@Wiro
mmm…agak2 nggak mudheng aku

@Cak Poer
Motor boleh keponakan, tapi ridernya dari merk lain, FBS je. :mrgreen:

@Pak Mitra
Kalo ada trotoar ya saya nggak naik. bikin malu, masak member koboys naik trotoar

@Tomi
Oooo kuliah to… :cool:
maksudnya kuliah di Undip to?

12. Amamoto - September 25, 2010

saya pernah nyoba juga mas….gigi 2 bisa dapet 60KM … kondisi masih 300KM ….yg ane sayangin …tuas persnelingnya coba dimodel macam SUpra X 125…yg bisa dicungkil…pasti tambah enak buat ngebut

13. asmarantaka - September 25, 2010

itu dompetnya siapa??..gaul amat??..xxiixix :mrgreen:

14. Maskur® - September 25, 2010

@Amamoto
Iya, sekarang bebek-bebek kembali semula model tuas presnelingnya.

@Lingga
kalo nggak salah itu dompet isinya STNK. Pemakai motor ini memang anak SMA katanya.

15. panginyongan - September 26, 2010

wah kebiasaan telat maning…nyong belum pernah nyoba..

Maskur® - September 26, 2010

@Kang Tri
buat Tiger rider nggak enak naik bebek

16. blade_us - Oktober 5, 2010

hehehehehehe……
yah, begitula blade, sangat cocok buat sruntulan di keramaian :mrgreen:
iklaaan jugaaaa :D
http://bladeus.wordpress.com/2010/10/04/my-bikez-3-blade/

17. touringrider - Oktober 5, 2010

body bergetar.. bawaan Honda kali ya..

18. Charly - Oktober 28, 2010

saya memiliki blade, tarikannya enteng, cuman sayang kenapa AHM nggak ngeluarin yang ccnya 125 yah??????

rian... - Juli 15, 2011

biaya produksinya mahal mungkin”, :)

19. emil - November 1, 2010

hweehhehehe,,motore pedrosa gto

20. softpack - November 14, 2010

kalo untuk body yang bergetar lebih bagusan vega zr atau jupiter yang baru ini.. karena system satu sama lainnya saling berkait..


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.375 pengikut lainnya.