jump to navigation

Soto Sekengkel Pak Jon’s Juli 13, 2010

Posted by Maskur in MAKANAN.
Tags: , , , ,
trackback

Minggu ke-2 bulan Juni kemarin akhirnya saya bisa merasakan pertama kali Soto Sekengkel. Selama ini cuma lewat dan mendengar pembicaraan orang. Warung soto ini terletak di desa Karangrau Banyumas, kurang lebih 3 km dari Kresidenan/terminal Banyumas.

Letaknya di pinggir jalan besar yaitu jalur utama Purwokerto – Jogja, kalo dari Pantura pindah ke jalur selatan melewati Bumiayu-Purwokerto-Buntu pasti melewatinya. Sebenarnya mudah diketahui, namun karena kesederhanaanya yang belum kenal pasti kurang begitu tertarik untuk mampir.

Bangunan yang digunakan adalah rumah tinggal model 90-an. Tampilan depannya-pun masih tetap rumah khas tinggal, cuma ditambah spanduk dan papan nama di pinggir jalan. Ada ciri khas yaitu sepasang tokoh yang seperti wayang kulit, yang satu melambangkan pak Jon yang satu adalah wayang Limbuk.

Terasnya juga masih berupa plesteran. Sepertinya memang dipertahankan seperti itu

Papan nama ada dua, jadi dari arah Jogja maupun sebaliknya akan tetap telihat.

Saya baru tahu, Soto ini sudah ada sejak tahun 1980, 30 tahun ternyata. Namun seingat saya baru ngetrend sekitar 1997 an. Tahun 1992 ketika saya masih SMP ketika sedang berkunjung ke rumah teman, belum terlihat warung yang mencolok, karena rumah teman saya persis di depannya.

Pemilik warung Soto ini adalah Pak Jon, kependekan dari Tarjono. Setahu saya Pak Tarjono adalah dalang wayang kulit kondang di Banyumas. Saya beberapa kalo menonton pentasnya di tempat paman saya. Istrinya juga terkenal sebagai ahli rias pengantin. Ternyata dalang Tarjono ini memang terkenal di dunia pedalangan.  Profilnya bisa dilihat di artikel Ki Tarjono Dalang Ruwat Banyumas.

Pak Jon dan Istri

Di teras depan warung ada hiasan berupa lukisan adegan Bratasena melawan Rukmuka dan Rukmakala yang merupakan bagian dari lakon Bima Suci.

Lukisan Depan Warung

Tampak dalam warung Soto ini sederhana. Properti yang digunakan diantaranya lincak, da juga meja kayu bulat seperti yang dulu banyak ditemui di desa-desa.

Tampak dalam warung

Dapurnya adalah yang tampak ada ukir-ukiran di atasnya. Juga ada hiasan kepala rusa dari kayu. Mengingatkan saya kepada rumah almarhum nenek saya dulu.

Dapur

Begitulah eksplorasi dari warung ini. Mari kita pesan sotonya. Eh menu yang disediakan di sini terpampang di tembok sebelah kiri/utara.

Menu

Menu utama adalah Soto Sekengkel. Sekengkel adalah kaki sapi, Granat adalah testis Sapi, Torpedo adalah penis Sapi. Soto Neko-neko adalah soto yang isinya campur antara Sekengkel  dan daging.

Minuman ada dua macam yaitu Jerman alias Jeruk Manis serta Teman alias Teh Manis. Namun ada juga minuman botol seperti Teh Botol Sosro dan Coca Cola serta disediakan pula air putih di Gogok (Kendi)

Minuman

Saya pesan menu Soto Sekengkel standar saja. Ingin mencoba yang lain namun lain kali saja :mrgreen:

Soto standar Banyumasan disajikan dengan mangkuk besar, isi yang penuh, disajikan dengan ketupat serta tidak boleh dilewatkan (karena merupakan yang paling khas) adalah Sambal Kacang.

Soto Sekengkel

Yuk mari makan, jangan lupa masukkan sambal kacang ke dalam soto. Sambal kacang ini umumnya sudah manis, kalo kurang manis bisa ditambah kecap manis. Biasanya ketupat sudah dicampur langsung ke dalam campuran Soto, namun yang ini disajikan dengan wadah terpisah.

Sambal Kacang

Kecap

Oh iya ada yang lupa, Soto Banyumasan biasanya juga isinya disertai dengan kerupuk yang di remed (diremas). Kalo yang ini kerupuknya disediakan tersendiri di dalam toples. Ada dua macam yang saya temui:

Soto di sekitar Kecamatan Banyumas dan sekitarnya menggunakan kerupuk merah, sedangkan kerupuk daerah Purwokerto menggunakan Mireng (kerupuk warna kuning seperti Mie yang digoreng)

Selain di tempat asalnya, teryata Soto Sekengkel ini juga membuka cabang di Jabodetabek. Pengelolanya kalo tidak salah adalah anaknya yang kembar, mereka kakak kelas saya sewaktu SMP. Di milis Banyumas beliau memperkenalkan diri sebagai Tsurchan:

Soto Sekengkel 2 Pak Jon’s
Depan Koja Trade Mall Tanjung Priuk   -  Jakarta

Soto Sekengkel 3 Pak Jon’s
Jl. Raya Setu – Cileungsi Desa Telajung, Setu Bekasi – Jawa Barat Depan Gedung Baru Pertanian Samping POM Bensin Lama Setu Pasar Baru – Rawa Banteng

malah ada situsnya juga : http://sotosekengkel.com/

Wah lumayan kenyang dan puasssss nih, rasanya mantaB! khas Banyumas yang mbleketaket. Kalo masih kurang kenyang minta tambah kupat lagi saja. Kalo tidak salah satu porsi Soto Sekengkel cuma Rp 8000 rupiah.

HABIS!!!!!!!

Oh iya, kalo anda datang ke sana dan di depan warung sudah dipasang papan hitam dari bertuliskan “LARISAN” berwarna putih. Berarti anda harus datang esok paginya untuk mencicipi Soto ini.

Saya ternyata kembali lagi ke sini 3 minggu kemudian ketika Kopdar Kecil di Kota Kecil, Chapter Banyumas

Penasaran????Silahkan mencoba

About these ads

Komentar»

1. daris - Juli 13, 2010

PERTAMAXX

2. tiyo 2010 - Juli 13, 2010

2nd

3. tiyo 2010 - Juli 13, 2010

3rd amakan podium pa’de

4. tiyo 2010 - Juli 13, 2010

Pa’de, njenengan pernah coba soto tegal ga? widiiih enak nemen, yakin, kalo ga percaya, tanya deh ama xxl123………….secara dia sering bolak – balik ke sini. Kalo mo klonengan ke sini juga boleh……..btw,bila mo kontak aku lewat Hp atau email, tanya ma lingga atau alrozzi, Ok?

5. adicuzzy - Juli 13, 2010

wah, esuk-esuk wis mbahas soto, marai pngen nyoto wae pakde :)

6. Adi - Juli 13, 2010

Yummy sanget kang, dadi ngiler, hehe

7. lekdjie - Juli 13, 2010

sotosop wae pakdhe,nyamnyamnyam…karo timlone solo enak ndi pakdhe?

http://wy22.files.wordpress.com/2008/08/profile_metal-00b.jpg

have a nice day..

8. cak poer - Juli 13, 2010

Impresi pertama dgn soto ini (versi standart), yg pertama ada dalam dibenak saya adalah…wah dagingya melimpah euy. Bumbu kuah soto lebih berasa, komposisinya pas.Seandainya ada pilihan pengganti ketupat mungkin saya lebih cocok pake nasi, karena soto di Jatim mayoritas pake nasi. Untuk porsi cukup mengenyangkan, ato kalo perlu tmbh lg aja kupatnya.

Nagh yg masih jadi pertanyaan adalah penampakan dari sekengkel itu sendiri, sampai saat ini saya malah belum tau kayak apa wujudnya xixixi :mrgreen: apa yg bentuk kliwir2 putih kaya lemak itu ya Kang?

So…bagi yg suka wisata kuliner cekidot aja kesana, sapa tau bisa kopdar lagi ;) he.he.he (ngarep.com)

9. ahsanfile - Juli 13, 2010

Posisine nang cilwek apa mam ?
kue kan antara alun-alun karo rsu …

Maskur® - Juli 13, 2010

@tiyo
kapan2

@adicuzzy
sarapan soto anget.

@lekdjie
tidak bisa dibandingkan, lain jenis

@cak poer
lidah lumajangnya tetap nggak hilang

@anto
karangrau bukan cilwek, karesidenan ke selatan

10. dnugros - Juli 13, 2010

soto granat dan soto terpedo perlu dicoba nihhhh….keliatannya bagus untuk acara nanti malam dengan istri tercinta :-)

11. bennythegreat - Juli 13, 2010

kok gambar si mbah nya mirip gambah si mbah di restoran mbah jingkrak – semarang…hihihi…

Maskur® - Juli 13, 2010

@Dnugros
iya aku juga pengin nyoba
@Benny
ya sama lah, kan platformnya sama, yaitu tokoh wayang emban limbuk
Limbuk

12. Dunia Organic - Juli 13, 2010

sepertine enak tenan sotene kang paijo.
ojo lalai yo mampir,kang Mas…

13. A Seen - Juli 13, 2010

wuuu jan ngiler kie,awas nek kopdar harus diajak ke sini nie, tunggu aja tak satroni omah sampean

Maskur® - Juli 13, 2010

@A Seen
wah saya sudah bukan orang Banyumas lagi pak yang domisili di Banyumas adalah Cak Poer & Kang Denny Eltoro

14. blognyamitra - Juli 13, 2010

Acik di Jkt udah ada, tapi lumayan jauh nih dari rmh. It’s ok lah kalo ada waktu ane mampir ke Koja :) This is eat (bukan This Is It hehehe)

15. Arif Chasan - Juli 13, 2010

Wah… nanti mampir aah,,, ^^

16. Sang kwan kon pui « Ahsanfile's Blog - Juli 13, 2010

[...] ke banyumas, ini ada lagi beberapa syair banyumas. Apa lagi setelah kakaku bikin postingan tentang soto sengkekel dan kupat landan … ora sekalian jangan pete karo jui [...]

17. dnugros - Juli 13, 2010
18. Wisnoe - Juli 13, 2010

Klo aye pas lebaran senengnya ke soto jalan bank purwokerto.. Ajiib.. Cobain donk pakde direview hehehe..

Maskur : “Soto Jalan Bank enak juga, cuam saya udah 10 tahun terakhir makannya. Bedanya di Mireng-nya itu”

19. marsudiyanto - Juli 13, 2010

Kalau jam segini sudah larisan apa belum ya?

Maskur® - Juli 13, 2010

@Pakne Bernas
Wah sudah pastinya
@Lingga
Wah kapan …aku sekarang di jakarta…minta ke Cak Poer

20. asmarantaka - Juli 13, 2010

besok2 ane ditraktir disana yah pakde??…xixix :mrgreen:

21. Soto Tiwen Banyumas « Learning To Life - September 23, 2010

[...] dulu sudah mencicipi Soto Sangka, mencoba (2 kali) Soto Sekengkel, sekarang saatnya Soto [...]

22. azizyhoree - Oktober 24, 2010

enak ketki pakde….. aku pas touring jogja karawang wingi yo nyoba soto nang bumi ayu… ketoki mirip dech :D

23. TopBlogIndonesia.com - November 23, 2010

dadi kepingin madhang karo sroto kiye lah…

24. Jalur Mudik – Tentang Banyumas « Learning To Live - Agustus 20, 2011

[...] Kota ini merupakan pertemuan dari jalur Utara dengan jalur Selatan. Perempatan Buntu ke timur mengarah ke Kebumen, Purworejo dan Jogja. Ke selatan menuju Kroya, Cilacap dan beberapa obyek wisata. Sedangkan arah utara menuju ke Banyumas. Jalur Ke timur dan selatan relatif datar, sedangkan jalur ke Banyumas naik turun serta berkelok-kelok, melewati hutan karet. Jalur Banyumas-Buntu juga banyak penjual durian, disini juga akan anda jumpai Soto Sekengkel. [...]

25. Soto Sutri Sokaraja, Slurp…. | Learning To Live - Mei 6, 2013

[...] Soto Sekengkel Pak Jon’s [...]


Balas Komen

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 672 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: